"Dan data ini perlu ditindaklanjuti dengan dua aspek," tegas Cak Imin.
"Aspek yang pertama, segera menangani kemiskinan baru di Sumatera. Yang kedua, yang agak mengkhawatirkan adalah turun secara drastis jumlah kelas menengah."
Memang, sebelum bencana menerjang, angka kemiskinan nasional sempat menunjukkan tren penurunan. Namun begitu, jumlah kelas menengah justru sudah menyusut. Bencana ini seperti memperparah keadaan. Kegiatan ekonomi mandek, sementara para pelaku usaha kehilangan modal mereka.
"Dalam aspek pemberdayaan, kita harapkan anggaran-anggaran difokuskan kepada yang pertama, pemulihan aset ekonomi," paparnya.
Lalu, apa solusinya? Cak Imin menyebut beberapa opsi. Memperbanyak uang beredar di daerah terdampak adalah salah satunya. Kemudian, intervensi bantuan harus betul-betul sesuai kebutuhan masyarakat setempat, bersifat partisipatif. Program padat karya tunai atau cash for work, menurutnya, harus menjadi inti dari seluruh bantuan pemerintah pusat saat ini. Itu cara nyata untuk menggerakkan kembali roda ekonomi sekaligus memberi napas kepada warga.
Artikel Terkait
Pemerintah Terbitkan Aturan Pembatasan Truk untuk Antisipasi Macet Mudik Lebaran 2026
PSM Makassar dan Persita Tangerang Imbang 2-2 di Babak Pertama Laga Sengit
Rektor UIN Jakarta Tegaskan Zakat Tetap Wajib, Dorong Optimalisasi Sedekah
BAZNAS Salurkan 150 Paket Sembako di Buka Puasa Bersama Bupati Bone