Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera baru-baru ini meninggalkan luka yang dalam. Tak cuma soal bangunan yang hancur atau korban jiwa yang berjatuhan. Menurut Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, dampaknya merembet jauh lebih luas, hingga menyentuh kondisi perekonomian nasional.
Banyak warga yang terdampak langsung kehilangan mata pencaharian. Mereka yang sehari-hari mengandalkan pertanian, misalnya, kini hanya bisa memandang lahan mereka yang rusak parah. Situasi ini, kata Cak Imin sapaan akrabnya jelas mendorong angka kemiskinan naik.
"Jumlah angka kemiskinan akan semakin meningkat," ujarnya.
Dalam rapat koordinasi pemulihan pascabencana Sumatera di Jakarta, Kamis (15/1), ia memaparkan angka yang cukup mengkhawatirkan. Kontribusi bencana ini terhadap kemiskinan nasional diprediksi mencapai 0,49%. Bahkan, kemiskinan ekstrem diperkirakan naik 0,20%.
Rapat yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian selaku Kepala Satgas itu juga dihadiri sejumlah menteri. Mulai dari Menko PMK Pratikno, Menko Infrastruktur AHY, hingga Menteri PU Dody Hanggodo.
Di tengah para pejabat itu, Ketua Umum PKB ini menekankan satu hal: penanganan masalah kemiskinan baru di Sumatera harus cepat. Langkah pertama yang mendesak adalah mengonsolidasikan data. Data yang valid dan jelas.
Artikel Terkait
Brian Yuliarto: 82 Kampus Turun Langsung Bantu Pemulihan Pascabencana Sumatera
Roy Suryo Tegaskan Tak Ikut Jejak Eggi-Damai Temui Jokowi
Rieke Pitaloka Soroti Kasus Aurelie: Child Grooming Tak Bisa Dibiarkan
Sultan HB X Ingatkan Kepala Desa: Korupsi adalah Pengkhianatan Moral, Bukan Sekadar Pelanggaran Hukum