Di Istana Jakarta, Kamis lalu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi atau yang akrab disapa Pras memberikan penjelasan terkait koreksi Presiden Prabowo Subianto soal desain Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, permintaan presiden itu mencakup hal-hal yang cukup luas.
“Desain itu kan dalam artian luas juga ya,” ujar Pras.
Ia lantas memberi contoh. Bukan cuma soal tampilan fisik gedung, tapi juga fungsi dari suatu kawasan. Salah satu instruksi spesifik dari Prabowo adalah menambah embung atau waduk kecil di area IKN.
“Termasuk fungsi itu kan misalnya sebuah kawasannya ini perlu diperhatikan desainnya dan fungsinya, contoh misalnya penambahan embung-embung,” jelasnya.
Lalu, apa yang melatarbelakangi permintaan itu? Pras menyoroti kondisi alam di lokasi IKN. Cuacanya terkenal panas. Selain itu, ada ancaman lain yang tak kalah serius.
“Karena di sana kan masalah iklim, itu kan satu panas, kedua ada potensi karena di wilayah yang pulau yang banyak hutan, ada juga potensi kebakaran hutan,” tuturnya.
Nah, dengan pertimbangan itulah, Prabowo ingin Otorita IKN menyiapkan desain yang bisa mengantisipasi berbagai skenario bencana. Intinya, kota baru ini harus dirancang siap menghadapi tantangan alam.
“Jadi diminta untuk itu juga dipikirkan desain-desain untuk mengantisipasi.”
Pras juga menyebutkan, langkah antisipasi sudah mulai dijalankan. Kepala Otorita IKN dilaporkan telah memasang sejumlah sensor di titik-titik rawan.
“Dan kemarin Kepala OIKN melaporkan sudah ada beberapa yang metode dipasang sensor. Ini diminta uji coba terus,” tandas Pras menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
PSM Makassar Terjun ke Peringkat 14, Alarm Bahaya Degradasi Berbunyi
21 April: Dari Hari Kartini Hingga Peristiwa Global dalam Lintasan Sejarah
Indonesia dan Polandia Sepakati Kerja Sama Teknis Perdagangan Daging dan Susu
Handphone di Saku Mayat Pria di Kebun Jagung Jombang Jadi Petunjuk Utama