Misteri potongan tubuh manusia yang sempat menggemparkan warga di sekitar Muara Sungai Wos Teben, akhirnya terungkap. Hasil uji DNA membuktikan, potongan-potongan tubuh malang itu adalah milik seorang warga negara Ukraina. Pria ini sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga menjadi korban penculikan di kawasan Jimbaran.
Proses identifikasinya sendiri cukup panjang. Tim forensik harus bekerja keras menganalisis enam sampel tulang yang dikirim ke Jakarta. Sampelnya beragam, mulai dari gigi geraham, tulang selangka, sampai potongan tulang kering dan tulang jari.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy, menjelaskan detailnya.
"Analisis DNA dari semua sampel geraham, selangka, paha, iga, jari, kering menunjukkan hasil yang konsisten. Semuanya berasal dari satu individu yang sama, dengan kromosom XY. Artinya, korban adalah laki-laki," ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Namun begitu, tim penyelidik tak hanya berhenti di situ. Mereka punya potongan lain dari puzzle ini. Sejumlah barang bukti dari kasus penculikan yang sedang mereka usut ikut diperiksa. Di antaranya, bercak darah yang ditemukan di sebuah mobil dan juga di sebuah vila di Tabanan.
"Kami bandingkan hasil DNA dari tulang-tulang itu dengan sampel dari barang bukti. Dan... cocok," jelas Ariasandy lebih lanjut.
Kecocokan itu nyaris sempurna. Profil DNA dari potongan tubuh di Ketewel ternyata identik dengan bercak darah di mobil Toyota Avanza hitam bernopol DK 1373 FAF. Tak cuma itu, bercak darah di vila di Desa Pangkung, Tabanan, juga menunjukkan kecocokan yang sama. Untuk memastikan hubungan kekerabatan, tim forensik kemudian membandingkannya dengan sampel DNA ibu korban.
Hasilnya? Sangat meyakinkan.
"Perhitungan indeks maternitas menunjukkan probabilitas kecocokan mencapai 99,99 persen," ungkapnya.
Dengan semua bukti forensik yang bertautan itu, kepastian akhirnya bisa diberikan.
"Jadi, kesimpulannya jelas. Potongan tubuh yang ditemukan di Ketewel adalah milik korban WN Ukraina yang dilaporkan diculik beberapa waktu lalu," tegas Ariasandy, menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Wamen Sosial Dorong Kolaborasi Pemerintah-Swasta untuk Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem 2026
Kemensos Salurkan Bantuan Rp 16,7 Miliar untuk Korban Banjir Langkat
BMKG Tegaskan Potensi Gempa M8,7 di Selatan Jawa, Fokus pada Mitigasi Bukan Prediksi
Mendagri Tito Karnavian: Kota Ramah Pejalan Kaki dan Hijau Lebih Hemat dari Subsidi Kesehatan