Prabowo Undang Rektor dan Guru Besar, Bahas Strategi Pendidikan Hadapi Gejolak Global

- Kamis, 15 Januari 2026 | 13:50 WIB
Prabowo Undang Rektor dan Guru Besar, Bahas Strategi Pendidikan Hadapi Gejolak Global

Di sisi lain, ada poin krusial lain yang ditekankan Prabowo: pentingnya Indonesia mengejar ketertinggalan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Bidang ini dianggap sebagai tulang punggung kemajuan di tengah persaingan global yang makin sengit. Amir Hamzah sepakat. Ia menilai penguasaan sains dan teknologi adalah penentu masa depan, menyentuh segala sektor dari industri, pertahanan, hingga pangan.

Sayangnya, kata dia, kita masih tertinggal jauh dalam hal riset dan inovasi. Keterlibatan perguruan tinggi, karena itu, mutlak diperlukan untuk membuat lompatan besar.

Dari kacamata intelijen strategis, Amir punya pandangan menarik. Ia melihat peran kampus kini meluas, tidak sekadar mencetak sarjana. Pendidikan tinggi adalah benteng pertama dalam menjaga ketahanan nasional menghadapi perang modern yang bentuknya bukan lagi tembak-menembak.

“Di era modern, perang tidak selalu berbentuk senjata. Ada perang teknologi, perang narasi, dan perang sumber daya manusia. Kampus adalah benteng pertama dalam menghadapi ancaman-ancaman tersebut,” tegasnya.

Maka, langkah Prabowo mengumpulkan para elite intelektual ini dinilai sebagai upaya membangun kesadaran kolektif. Sebuah cara untuk menyelaraskan visi antara pengambil kebijakan dan pusat-pusat pemikiran bangsa.

Pertemuan ini diharapkan bukan yang terakhir. Ia harus menjadi awal dari sinergi berkelanjutan. Impiannya besar: Indonesia yang berdaulat secara ilmu pengetahuan dan mandiri secara teknologi, sehingga bisa jadi pemain utama, bukan sekadar penonton atau pasar, di panggung dunia.

“Jika kampus, negara, dan kebijakan berjalan seiring, maka Indonesia tidak hanya menjadi pasar global, tetapi menjadi pemain utama di panggung dunia,” pungkas Amir Hamzah menutup pembicaraan.


Halaman:

Komentar