APINDO dan KSPSI Desak Perombakan Regulasi, Impor Jadi Dikritik Habis

- Kamis, 15 Januari 2026 | 12:50 WIB
APINDO dan KSPSI Desak Perombakan Regulasi, Impor Jadi Dikritik Habis

Dari sudut pandang lain, Anton Supit, tokoh industriawan APINDO, menyoroti keterputusan antara kebijakan makro dan realitas mikro. Baginya, kondisi ekonomi makro yang sehat harus terpantul dari dinamika sektor riil. Kalau sektor riil sakit, angka makro yang bagus pun jadi tak bermakna.

Jelas Anton. Perombakan regulasi perdagangan dan industri, ditambah penerapan nilai-nilai Pancasila dalam hubungan industrial, disebutnya sebagai kunci.

Menanggapi hal ini, Sekjen KSPSI Arif Minardi mengajak kolaborasi konkret. Ia mengusulkan pembentukan satgas bersama antara pengusaha dan serikat pekerja.

tegas Arif. Ide ini berangkat dari pemahaman bahwa musuh bersama seringkali berasal dari ekosistem usaha yang tidak sehat, seperti praktik impor ilegal yang merusak pasar.

Pada akhirnya, dialog tersebut menyepakati satu hal mendasar: rezim perdagangan dan industri kita butuh perombakan. Tujuannya jelas, memperkuat sistem ekonomi domestik.

Jumhur menutup pembicaraan dengan penjelasan itu.

Dialog kali ini merupakan inisiatif KSPSI, menyusul gelaran serupa tahun lalu yang diinisiasi APINDO. Pertemuan itu dihadiri sejumlah nama penting dari kedua organisasi. Dari APINDO hadir antara lain Bob Azam, Anton Supit, dan Mira Hanartani. Sementara dari KSPSI tampak Jumhur Hidayat, Arif Minardi, dan Saadi Pamungkas, di antara yang lain.


Halaman:

Komentar