APINDO dan KSPSI Desak Perombakan Regulasi, Impor Jadi Dikritik Habis

- Kamis, 15 Januari 2026 | 12:50 WIB
APINDO dan KSPSI Desak Perombakan Regulasi, Impor Jadi Dikritik Habis

Dialog APINDO-KSPSI Soroti Urgensi Perkuat Ekonomi Dalam Negeri

Jakarta Modal untuk bangun ekonomi yang tangguh sebenarnya sudah ada di sini. Pasar dalam negeri kita luas. Tenaga kerja mumpuni, bahan baku melimpah, dan modal pun tak benar-benar langka. Persoalannya, menurut sejumlah pelaku, adalah bagaimana mengelola semua potensi itu. Hal ini mengemuka dalam Dialog Sosial antara APINDO dan KSPSI yang digelar di Jakarta, Rabu (14/1/25) lalu.

Jumhur Hidayat dari KSPSI menekankan keyakinan pada kemampuan sendiri. Menurutnya, kelima syarat tadi harus dieksplorasi maksimal dulu.

Ungkapnya tegas. Intinya, jangan buru-buru mengandalkan pihak luar sebelum mengoptimalkan apa yang kita punya.

Di sisi lain, kondisi lapangan tak semudah teori. Bob Azam, Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, membeberkan data yang cukup mengkhawatirkan. Survei internal mereka menunjukkan 67% pengusaha belum siap ekspansi. Bahkan, sekitar separuhnya justru mengurangi pekerja.

Logikanya, situasi ini jelas memukul pendapatan pajak. Yang membuat Bob heran, di tengah kondisi seperti ini, impor barang jadi justru dipermudah. Sebaliknya, impor bahan baku untuk industri malah dikepung kendala.

Bob mengurai kekhawatirannya. Tekanan pada APBN, jika tak diantisipasi, bisa berujung pada beban ganda: pengusaha terjepit dan daya beli masyarakat merosot.


Halaman:

Komentar