Aktivis Muhammadiyah Soroti Sekolah Rakyat: Bukan Sekadar Gratis, Tapi Soal Standar dan Keadilan

- Kamis, 15 Januari 2026 | 10:50 WIB
Aktivis Muhammadiyah Soroti Sekolah Rakyat: Bukan Sekadar Gratis, Tapi Soal Standar dan Keadilan

Yang menarik, Farid menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan cuma soal gratis. Poin utamanya adalah standar. Sekolah ini mesti dibangun dengan kualitas pengajaran yang mumpuni, fasilitas layak, dan pembinaan karakter. Pendidikan untuk kelompok miskin, katanya, jangan sampai dianggap sebagai pendidikan kelas dua. Justru mereka butuh perhatian lebih besar.

Ia bahkan punya visi lebih jauh. Jika kualitasnya terjaga, lulusan Sekolah Rakyat punya peluang untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Dampaknya tentu tidak instan. Tapi dalam jangka panjang, program ini bisa jadi instrumen efektif pengentasan kemiskinan. Anak-anak yang terdidik akan punya kemampuan dan kepercayaan diri untuk bersaing di dunia kerja atau bahkan menciptakan lapangan kerja sendiri. Dengan begitu, kemiskinan tak lagi diwariskan turun-temurun.

Sebagai aktivis Muhammadiyah, Farid melihat keselarasan. Nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah, yang sejak awal menempatkan pendidikan sebagai sarana pemberdayaan, sejalan dengan semangat Sekolah Rakyat. Organisasi ini punya sejarah panjang membangun sekolah dan kampus untuk masyarakat, khususnya kelompok marjinal. Dukungannya terhadap program pemerintah ini ia sebut sebagai konsistensi moral dalam memperjuangkan keadilan sosial.

Meski mendukung, Farid tidak tutup mata. Ia mengingatkan pentingnya pengawasan dan komitmen yang kuat. Program ini jangan sampai cuma jadi wacana atau proyek jangka pendek yang mentah di tengah jalan. Pemerintah, menurutnya, harus memastikan beberapa hal: kualitas guru yang mumpuni, kurikulum yang relevan, fasilitas yang layak dan merata, serta keberlanjutan pendanaan.

Di tengah persaingan global yang ketat, Farid meyakini investasi di pendidikan adalah pilihan paling masuk akal. Sekolah Rakyat, jika dikelola dengan serius dan konsisten, bisa jadi fondasi kokoh untuk menyiapkan generasi Indonesia yang tak cuma cerdas, tapi juga berkarakter dan mampu bersaing.


Halaman:

Komentar