Angka-angka memang bisa bercerita banyak soal pertanian kita. Produksi naik, harga bergejolak, semua tertata rapi dalam grafik dan laporan. Tapi coba tengok ke lapangan. Di balik narasi statistik yang rapi itu, ada kehidupan petani yang jauh lebih berliku, dan seringkali tak sejalan dengan gambaran di atas kertas.
Bicara kesejahteraan petani, harga jual panen cuma satu bagian dari cerita. Yang tak kalah berat adalah biaya produksi yang terus merangkak naik pupuk, benih, semuanya. Belum lagi ketergantungan pada cuaca yang makin sulit ditebak. Ada hari-hari dimana gagal panen menghampiri, menghabiskan tenaga dan modal. Di saat seperti itu, pendapatan bisa ludes seketika, meski data nasional bilang sektor pertanian kita "stabil".
Menurut sejumlah petani yang saya temui, tekanan ini nyata dan dirasakan setiap musim.
Artikel Terkait
Wacana Penghapusan Pilkada Langsung: Demokrasi yang Dikubur Perlahan
Trump Ancang-ancang, Greenland Tegas Tolak Aneksasi AS
Gibran dan Ribka Turun Langsung, Tinjau Pembangunan dari Biak hingga Wamena
Wajib Pajak Gowa Dihantui Denda Rp26 Juta, Protes Aturan Standar Ganda