Angka-angka memang bisa bercerita banyak soal pertanian kita. Produksi naik, harga bergejolak, semua tertata rapi dalam grafik dan laporan. Tapi coba tengok ke lapangan. Di balik narasi statistik yang rapi itu, ada kehidupan petani yang jauh lebih berliku, dan seringkali tak sejalan dengan gambaran di atas kertas.
Bicara kesejahteraan petani, harga jual panen cuma satu bagian dari cerita. Yang tak kalah berat adalah biaya produksi yang terus merangkak naik pupuk, benih, semuanya. Belum lagi ketergantungan pada cuaca yang makin sulit ditebak. Ada hari-hari dimana gagal panen menghampiri, menghabiskan tenaga dan modal. Di saat seperti itu, pendapatan bisa ludes seketika, meski data nasional bilang sektor pertanian kita "stabil".
Menurut sejumlah petani yang saya temui, tekanan ini nyata dan dirasakan setiap musim.
Artikel Terkait
Sassuolo Kalahkan Atalanta 2-1 dalam Laga Sengit Penuh Kartu Merah
Mahfud MD: Fikih adalah Produk Ijtihad, Boleh Berbeda Tafsir
DBMBK Sulsel Sebut Curah Hujan Tinggi Penyebab Kerusakan Dini Jalan Hertasning Makassar
Kapolri Lantik Brigjen Totok Suharyanto Pimpin Kakortas Tipidkor