Bayangkan presiden duduk sendirian di sebuah ruangan. Lampunya terlalu terang. Di atas meja, sebuah ponsel tergeletak dengan layar yang terus menyala, memuntahkan deras komentar yang tak pernah benar-benar padam. Entah dia baca atau tidak, itu soal lain. Yang jelas, di luar ruangan itu, suara-suara terus berloncatan. Mirip jangkrik di malam hari: kecil, ramai, dan akhirnya cuma jadi latar yang diabaikan.
Nah, Program Makan Bergizi Gratis MBG adalah salah satu suara itu. Dibicarakan dengan segala macam nada. Ada yang marah, ada yang cemas, tapi tak sedikit pula yang masih berharap. Beberapa waktu lalu kita dengar kabar anak-anak keracunan. Lalu menu yang itu-itu lagi, seperti rekaman rusak yang diputar berulang. Tapi di balik semua itu, ada kegelisahan yang lebih dalam dan lebih sunyi. Yaitu soal dana pendidikan yang perlahan dipindahkan. Seolah-olah pendidikan cuma tabungan darurat yang bisa diambil kapan saja kita butuh.
Pendidikan di sini ibarat rumah tua di pinggir jalan. Catnya mengelupas, atapnya bocor di sana-sini. Tapi tetap dihuni, karena ya mau pindah ke mana? Sekarang, dari rumah tua itu, sebagian kayu penyangganya justru diambil. Buat apa? Untuk membangun dapur umum. Niatnya, tentu saja mulia: biar anak-anak gak lapar. Cuma, rumah itu jadi makin rapuh. Dan kita semua pura-pura tak mendengar bunyi kretek-kretekannya.
Presiden, dalam setiap pidatonya, tampak begitu yakin. Dia bahkan balik bertanya atau menggugat cara pikir mereka yang mengkritik MBG.
Katanya, program ini justru dinantikan.
Saya percaya itu. Di banyak desa, ibu-ibu memang menunggu dengan sabar. Seperti menunggu hujan pertama usai kemarau panjang. Mereka tidak paham soal anggaran, apalagi menghitung pos belanja negara. Yang mereka mau sederhana: anaknya bisa makan hari ini.
Artikel Terkait
Summer Again: Kisah Balet, Manga, dan Cinta yang Tumbuh di Antara Pertengkaran Masa Kecil
Teror Hewan Buas di Kuningan, Puluhan Domba Tewas Digigit
Tito Tantang Kepala Daerah: Berani Berinovasi atau Terjebak Ketergantungan
Empat Inovasi Siswa Medan Sabet Medali di Ajang Bergengsi Thailand