Namun begitu, jumlah pengungsi ternyata tidak stabil. Kebanyakan warga hanya mengungsi saat malam tiba, lalu pulang ke rumahnya di pagi hari untuk beraktivitas. Catatan sementara, pengungsi yang pernah tercatat mencapai puluhan jiwa.
Di sisi lain, geliat solidaritas masyarakat terlihat. Beberapa dapur umum swadaya bermunculan, dari Kelurahan Kalidoro, Pati, Tayu, sampai Dukuhseti. Inisiatif ini murni dari warga.
“Dapur umum itu murni inisiatif masyarakat. Kami dari BPBD mendukung dengan bantuan bahan baku seperti beras dan minyak,” kata Martinus.
Untuk penanganan jangka pendek, BPBD kini bekerja sama dengan BBWS Pemali Juana dan Dinas PUPR. Fokus mereka adalah memperbaiki tanggul sungai yang jebol. Tapi situasinya belum benar-benar aman.
Martinus mengingatkan, "Kami mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat intensitas hujan masih tinggi dan potensi bencana susulan masih mengancam sebagian besar wilayah Kabupaten Pati."
Ancaman itu masih menggantung. Langit kelabu dan tanah yang sudah jenuh air membuat warga Pati harus terus siaga.
Artikel Terkait
Fortuna Sittard Taklukkan NEC Nijmegen 3-2, Justin Hubner Cetak Gol
Al Nassr Bangkit dari Ketertinggalan, Raih Kemenangan 3-1 Berkat Gol Bunuh Diri Lawan dan Al Hamdan
Bayern Munich Kalahkan Borussia Dortmund 3-2 dalam Laga Sengit Der Klassiker
Prabowo: Kebersamaan Imlek dan Ramadhan Wajah Asli Indonesia