Ibu Laporkan Perawat RSHS Bandung atas Dugaan Percobaan Penculikan Bayi

- Jumat, 17 April 2026 | 20:00 WIB
Ibu Laporkan Perawat RSHS Bandung atas Dugaan Percobaan Penculikan Bayi

BANDUNG – Laporan polisi akhirnya resmi diajukan. Setelah melalui berbagai tahap, ibu dari bayi yang nyaris dibawa kabur orang tak dikenal di RS Hasan Sadikin Bandung, Nina Saleha, mengambil langkah hukum. Kali ini, yang dilaporkan adalah seorang perawat berinisial N dengan tuduhan percobaan penculikan.

Laporan itu sudah tercatat di SPKT Polda Jawa Barat dengan nomor LP/B/684/4/2026/SPKT Polda Jabar. Inti masalahnya, sang perawat diduga menyerahkan bayi mungil itu kepada seorang wanita yang sama sekali tak dikenal oleh sang ibu.

Kuasa hukum Nina, Mira Widyawati, membenarkan hal ini.

“Ibu Nina Saleha berniat membuat laporan polisi dengan terlapor suster N,” jelas Mira, Jumat (17/4/2026).

Sebenarnya, upaya damai sempat ditempuh. Sebelum melapor, Nina sudah mengirim somasi ke rumah sakit pada 13 April. Sayangnya, batas waktu jawaban lewat tanpa respons yang memadai. Memang ada komunikasi dari RSHS, tapi bagi Nina itu belum cukup. Hanya permintaan maaf, tanpa rencana tindak lanjut yang jelas. Karena itulah, ia memutuskan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.

Nina juga tak main-main dalam persiapan. Dia sudah berkonsultasi lebih dulu dengan Direktorat PPA-PPO Polda Jabar. Harapannya jelas: polisi bisa mengusut tuntas kasus ini dengan transparan. Dia mendesak agar rekaman CCTV dibuka dan semua petugas yang bertugas saat kejadian diperiksa.

“Saya ingin semuanya dihadirkan, suster dan satpam, lalu lihat CCTV. Biar jelas kebenarannya,” tegas Nina.

Kejadiannya sendiri bermula pada 8 April lalu. Saat itu, Nina menunggu bayinya selesai dimandikan. Di ruang tunggu, dia sempat mengobrol dengan seorang wanita. Prosesnya lama, dan Nina memutuskan turun ke kantin sebentar. Tapi ada perasaan tak enak di hatinya, sehingga ia buru-buru kembali.

Dan benar saja. Sesampainya di ruang tunggu, dia kaget bukan main. Bayinya sudah digendong oleh wanita tadi, yang bahkan sedang bersiap membawanya keluar dari area rumah sakit!

Saat ditanya, wanita itu bilang dapat bayi dari seorang perawat. Yang bikin merinding, gelang identitas bayi itu ternyata sudah digunting. Perawat yang bersangkutan, ketika dimintai penjelasan, tak bisa memberi alasan yang masuk akal atas tindakannya. Sungguh mencemaskan.

Kini, bola ada di tangan kepolisian. Kasus ini sedang ditangani dengan mengacu pada Pasal 450 dan 452 KUHP. Masyarakat pun menunggu, bagaimana kelanjutan dari insiden yang mengiris hati ini.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar