Di Ruang Nusantara, Gedung Kemlu yang terletak di Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, suasana tampak khidmat. Rabu (14/1) siang itu, Menteri Luar Negeri Sugiono berdiri untuk menyampaikan Pernyataan Pers Tahunannya. Hadir menyimak, para diplomat dari negara sahabat dan sejumlah mantan petinggi Kemlu RI.
Pokok pembicaraannya jelas: capaian diplomasi setahun terakhir. Menurut Sugiono, pemerintah telah berhasil merampungkan puluhan kerja sama strategis dengan berbagai negara. Bidangnya beragam, mulai dari pertahanan hingga penegakan hukum.
“Dalam setahun terakhir, kita menyepakati tujuh kerja sama di bidang pertahanan serta 16 perjanjian penegakan hukum, termasuk di antaranya dengan Australia, Kanada, Prancis, Turki, dan Yordania,” kata Sugiono.
“Kita juga membentuk kemitraan strategis dengan Rusia dan Thailand, serta kemitraan strategis komprehensif dengan Vietnam,” lanjutnya.
Ia menegaskan, semua dokumen itu bukan sekadar kertas. Lebih dari itu, ia menyebutnya sebagai fondasi untuk membangun kepastian dan memperdalam kerja sama antarnegara. “Berbagai kesepakatan ini adalah komitmen untuk memperdalam kepastian kerja sama dan interoperabilitas,” tutur Sekjen Partai Gerindra ini.
Artikel Terkait
Tsunami Berulang, Zona Merah Tetap Dibangun: Kapan Negara Berani Bertindak?
Dari Penjara Jakarta ke Bali: Mantan Napi Narkoba Kembali Beraksi
Menteri Kehutanan Usulkan Penambahan 25.000 Polhut untuk Kawal Hutan Indonesia
Hakim Ad Hoc Datangi DPR, Keluhkan Nasib yang Dianaktirikan Selama Belasan Tahun