"Senang iya, bisa hemat uang jajan," ujar Hernidawati.
Tapi bukan berarti tanpa kritik. Gadis itu juga menyampaikan keluhannya, terutama soal tekstur daging olahan yang menurutnya terlalu keras. Bahkan, katanya, sampai-sampai sendok plastik yang disediakan pernah patah saat mencoba memotongnya.
"Keras. Ini [alat makan] pernah patah," ucapnya sambil tertawa kecil.
Kunjungan itu akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama di halaman sekolah. Gibran berbaur dengan para siswa, mengabadikan momen yang mungkin akan mereka ingat lama. Program MBG jelas mendapat perhatian, tapi dari lapangan, evaluasi kecil seperti keluhan daging yang keras itu mungkin justru yang paling berharga.
Artikel Terkait
Jokowi Buka Suara soal Silaturahmi dengan Dua Tersangka Kasus Ijazah Palsu
Nasib Dua WNI Masih Gelap Usai Kapal Dibajak di Perairan Gabon
Setelah 17 Hari Dicari, Pendaki Muda di Gunung Slamet Ditemukan Meninggal
Pohon Randu Alas Raksasa di Magelang Diselamatkan, Justru Jadi Magnet Wisatawan