"Senang iya, bisa hemat uang jajan," ujar Hernidawati.
Tapi bukan berarti tanpa kritik. Gadis itu juga menyampaikan keluhannya, terutama soal tekstur daging olahan yang menurutnya terlalu keras. Bahkan, katanya, sampai-sampai sendok plastik yang disediakan pernah patah saat mencoba memotongnya.
"Keras. Ini [alat makan] pernah patah," ucapnya sambil tertawa kecil.
Kunjungan itu akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama di halaman sekolah. Gibran berbaur dengan para siswa, mengabadikan momen yang mungkin akan mereka ingat lama. Program MBG jelas mendapat perhatian, tapi dari lapangan, evaluasi kecil seperti keluhan daging yang keras itu mungkin justru yang paling berharga.
Artikel Terkait
PKB Kecam Serangan Udara ke Pemimpin Iran, Desak PBB Selidiki Pelanggaran Hukum Internasional
Harga Emas Galeri24 dan UBS Naik di Awal Pekan
Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan Terkait Konflik Timur Tengah
BSI Bone Luncurkan Program Bone Berhaji, Diapresiasi Bupati