Kasus Bullying dan Pungli di PPDS Unsri, Kemenkes Hentikan Sementara Program Spesialis Mata

- Selasa, 13 Januari 2026 | 17:36 WIB
Kasus Bullying dan Pungli di PPDS Unsri, Kemenkes Hentikan Sementara Program Spesialis Mata

Sorotan kini tertuju pada lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) FK Unsri. Pemicunya, seorang mahasiswi berinisial OA nyaris mengakhiri hidupnya diduga akibat praktik perundungan.

Direktur Utama RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, Siti Khalimah, membenarkan bahwa OA adalah peserta PPDS spesialis mata yang bertugas di rumah sakit itu. "Yang bersangkutan memang bertugas di RSMH sebagai peserta PPDS," ujarnya, Selasa (13/1).

Namun begitu, Siti menegaskan bahwa penanganan utama kasus ini berada di bawah kewenangan Fakultas Kedokteran Unsri. "Saat ini kasusnya sedang ditangani oleh pihak Fakultas Kedokteran Unsri," kata dia. Persoalan ini, menurutnya, menyangkut langsung ranah pendidikan dan kemahasiswaan.

Tim Khusus Dibentuk Bersama Unsri

Meski begitu, pihak rumah sakit tak tinggal diam. Mereka bersama FK Unsri sudah membentuk tim khusus. Tujuannya jelas: mencegah terulangnya kejadian serupa. Sosialisasi larangan bullying pun digelar berkala untuk semua peserta PPDS.

"Kami menyiapkan mekanisme penindakan terhadap pelaku, perlindungan bagi pelapor, serta dukungan psikososial untuk meningkatkan ketahanan mental dan kebersamaan antar-PPDS," jelas Siti.

Rektorat Unsri Ambil Langkah

Di sisi lain, Unsri sendiri menegaskan komitmennya menangani kasus ini secara serius. Rektor telah menugaskan Satgas PPKPT untuk turun langsung melakukan investigasi.

Menurut Kepala Humas Unsri, Nurly Meilinda, klarifikasi sudah dilakukan dengan meminta keterangan dari berbagai pihak. Mulai dari senior hingga rekan sejawat korban. "Langkah ini ditempuh agar kampus memperoleh gambaran yang utuh dan berimbang sebelum mengambil keputusan lanjutan," tuturnya lewat keterangan tertulis.

Tak cuma menyelidik, FK Unsri juga memberikan pendampingan. Layanan konseling disediakan sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan mental peserta didiknya.


Halaman:

Komentar