Yogyakarta bakal segera menambah jumlah Sekolah Rakyat di wilayahnya. Tak tanggung-tanggung, tiga gedung baru direncanakan bakal dibangun. Dua di antaranya akan berada di Kabupaten Sleman, tepatnya di Kapanewon Seyegan dan Moyudan. Satu lokasi lagi sudah mulai dikerjakan di Lendah, Kulon Progo.
Sebelumnya, DIY sudah punya dua SR yang aktif. Ada SR Sonosewu di Bantul dan SR Purwomartani di Sleman. Bedanya, kedua sekolah itu menempati gedung milik Kemensos yang sudah ada jauh sebelum program Sekolah Rakyat ini digulirkan. Jadi, nantinya ini benar-benar pembangunan dari nol.
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, mengonfirmasi perkembangan terkininya. Menurut dia, proses fisik baru benar-benar berjalan di Kulon Progo. Sementara untuk dua lokasi di Sleman, masih berkutat pada urusan administrasi pertanahan.
“Iya (SR di Kulon Progo sudah dalam tahap pembangunan), selanjutnya provinsi dan Sleman ini berproses administrasi lahannya,”
Ucap Endang, Selasa lalu. Soal kapan groundbreaking di Sleman bisa dimulai, dia belum bisa memberikan kepastian. Meski begitu, harapannya prosesnya bisa dipercepat.
“Logikanya belum (belum bisa dibangun di 2026), tapi harapannya semoga bisa,”
Katanya lagi. Ya, kita lihat saja nanti perkembangannya.
Nah, untuk yang di Kulon Progo, proyeknya sudah jelas. Lokasinya ada di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah. Sekolah yang ditargetkan tuntas Juli 2026 ini punya kapasitas besar, lho. Dirancang untuk menampung sekitar 1.080 siswa dengan sistem asrama atau boarding school, mencakup tiga jenjang pendidikan sekaligus.
Bayangkan saja, di atas lahan seluas 7,1 hektare itu nanti tak cuma ada ruang kelas dan asrama. Fasilitas pendukung seperti kantin, tempat ibadah, bahkan lapangan sepak bola juga akan disediakan. Jadi konsepnya memang dibuat komprehensif.
Soal desain bangunannya, Haryo Satriyawan dari Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY punya penjelasan. Spesifikasi dan prototipe SR di Kulon Progo ini mengikuti standar yang sudah ditetapkan secara nasional.
“Spesifikasi dan prototipe bangunan ini dipastikan seragam dengan 104 lokasi lainnya di seluruh Indonesia sebagai standar nasional pembangunan prasarana strategis pendidikan,”
Jelas Haryo. Jadi, meski dibangun di daerah, kualitas dan standarnya dijamin setara dengan yang lain di Indonesia.
Artikel Terkait
Claro Makassar Run 2026 Digelar 28 Juni, Hadirkan Dua Kategori Baru 5K dan 10K
Pelajar Tewas Jatuh dari Tebing Apparalang Bulukumba Saat Berfoto
Polisi Bekuk Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Janda di Jeneponto yang Buron Lebih Setahun
Mantan Pejabat CIA Didakwa Curi Emas Rp640 Miliar, Akademisi Soroti Pentingnya Pengawasan Intelijen