“Kami juga telah menginstruksikan jajaran puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para pengungsi, khususnya kelompok rentan,” tambah Sam’ani.
Namun begitu, perhatian tak hanya tertuju pada penanganan darurat. Bupati Sam’ani sudah mengarahkan Dinas PUPR untuk segera melakukan asesmen teknis. Tujuannya jelas: mencari solusi jangka panjang agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.
“Kami mengusulkan pembangunan embung kepada pemerintah pusat sebagai langkah pengendalian banjir ke depan,” paparnya mengenai salah satu rencana strategis tersebut.
Sayangnya, dampak bencana ini terbilang parah. Data terakhir menunjukkan, total warga terdampak mencapai 4.610 kepala keluarga atau setara dengan 14.437 jiwa. Yang lebih memilukan, korban jiwa yang meninggal dunia dilaporkan telah mencapai tiga orang.
Sam’ani pun mengingatkan warganya untuk tetap waspada. Cuaca ekstrem, kata dia, diprediksi masih akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kewaspadaan kolektif menjadi kunci untuk mencegah bertambahnya korban.
Artikel Terkait
Wamendagri Soroti Lonjakan Sampah, Aglomerasi Jadi Solusi Kolaboratif
Ray Rangkuti Peringatkan Wacana Pilkada Lewat DPRD: Bom Waktu Korupsi dan Sandera Politik
Teman Lama Dibunuh, Jenazah Ditemukan Terikat di TPU Bekasi
KPK Geledah Dua Direktorat Pajak, Uang Suap dan Bukti Elektronik Diamankan