Dinasti "Raja Jawa" Di Ujung Tanduk? Dugaan Bolak-Balik Aturan Kuota Haji Rugikan Negara Rp 1 Triliun
Gelombang baru skandal korupsi kembali menghantam Kementerian Agama. Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang membongkar sebuah kasus yang berpotensi mengubah peta politik. Mereka menyoroti pengelolaan kuota haji tambahan untuk periode 2023-2024, sebuah kasus yang tak hanya menyeret nama eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, tetapi juga membawa bayang-bayang panjang seorang mantan presiden: Joko Widodo.
Menurut KPK, semuanya berawal dari sebuah kunjungan kerja. Pada 2023 silam, Jokowi terbang ke Arab Saudi. Dalam pertemuan dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pembicaraan sempat menyentuh soal antrean haji reguler Indonesia yang begitu panjang mencapai puluhan tahun bagi calon jemaah.
"Kemudian diceritakan terkait dengan bahwa antrean haji, maksudnya antrean haji yang reguler itu sudah mencapai puluhan tahun. Gitu, seperti itu. Maka kemudian diberikanlah tambahan kuota. Yang biasanya 221.000, kemudian ditambahlah 20.000 kuota ini,"
Demikian penjelasan Asep Guntur Rahayu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, dalam sebuah rekaman yang kini viral.
Nah, kuota tambahan 20.000 itu rupanya jadi bibit masalah. Alih-alih dikelola dengan bersih, kuota tersebut diduga disalahgunakan. KPK menilai Yaqut Cholil Qoumas membagi alokasinya secara tidak sah. Proporsinya jadi 50:50 antara haji reguler dan haji khusus. Padahal, aturan mainnya jelas: UU No. 8 Tahun 2019 menyebut porsi 92% untuk reguler dan hanya 8% untuk haji khusus.
"KPK menilai eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membagi kuota tambahan tersebut secara tidak sah dengan proporsi 50:50 antara haji reguler dan haji khusus, bertentangan dengan ketentuan 92:8 dalam UU,"
Artikel Terkait
Nandang Sutisna dan Pandji Soroti Akrobatik Politik Gibran
Habiburokhman Buka Suara: KUHP dan KUHAP Baru Disebut Babak Baru Hukum Indonesia
Kanselir Jerman Ramalkan Akhir Rezim Iran di Tengah Gelombang Protes
Tiga Sekolah Rakyat Baru Segera Dibangun di Yogyakarta