Senin lalu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin tiba di Islamabad untuk serangkaian pertemuan penting. Agenda utamanya? Memperkokoh kerja sama pertahanan dengan Pakistan, sebuah kemitraan yang sudah berjalan cukup lama.
Pertemuan pembuka digelar bersama Menteri Produksi Pertahanan Pakistan, Muhammad Raza Hayat Harraj. Mereka duduk membahas bagaimana komitmen kedua negara bisa ditingkatkan. Landasan utamanya tentu saja Agreement on Cooperation Activities in the Field of Defence yang sudah disepakati sejak 2010. Dari situ, obrolan berkembang ke hal-hal yang lebih teknis: dialog strategis, latihan militer bersama, sampai pengembangan sumber daya manusia.
“Komunikasi yang berkelanjutan dan saling percaya merupakan fondasi utama dalam memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia dan Pakistan,” ujar Sjafrie.
Pernyataan itu dia sampaikan lewat media sosial, sekaligus menyinggung soal kolaborasi industri. Indonesia, lewat PT Pindad, mendorong kerja sama di sektor darat. Caranya? Dengan modernisasi alutsista yang rasional, tidak asal beli, tapi benar-benar mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan anggaran.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Jalur Haji Furoda 2026 Resmi Ditutup
Keluarga Korban Peluru Nyasar di Gresik Laporkan Keterhambatan Proses ke DPRD Jatim
Atlético Madrid Lolos ke Semifinal Liga Champions Usai Tekuk Barcelona
Muadzin di Pasuruan Jadi Korban Pencurian Motor Saat Hendak Azan Subuh