Di Desa Gamlamo, Kabupaten Halmahera Barat, suasana masih terlihat suram pasca-banjir. Tim gabungan dari berbagai instansi masih sibuk mondar-mandir, Selasa kemarin, membantu warga yang rumahnya porak-poranda. Lumpur dan sisa-sisa material kayu serta batu berserakan di mana-mana, jadi saksi bisu betapa derasnya arus yang melanda.
Menurut sejumlah saksi, kondisi beberapa rumah benar-benar parah. Bukan cuma rusak, tapi bahkan ada yang nyaris tertimbun seluruhnya oleh endapan yang dibawa banjir. Pekerjaan pembersihan ini jelas bukan perkara sehari dua hari.
Menyikapi situasi yang berlarut-larut ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat akhirnya memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Perpanjangannya berlaku hingga tanggal 27 Januari 2026 mendatang.
Alasannya sederhana: dampaknya masih nyata. Warga masih merasakan langsung kesulitan akibat bencana itu. Di sisi lain, upaya penanganan darurat dan pembersihan besar-besaran masih terus digenjot. Pemerintah daerah bersama tim gabungan tampaknya belum akan angkat kaki dalam waktu dekat.
Mereka masih terus bekerja, berusaha mengembalikan sedikit demi sedikit keadaan desa yang luluh lantak itu.
Artikel Terkait
Unsri dan Kemenkes Bergerak Cepat Tangani Dugaan Perundungan dan Pungli di PPDS Mata
Prabowo Genjot Cetak Pemimpin Masa Depan, Tambah 20 SMA Garuda dan 500 Sekolah Unggulan
Prabowo: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tulang Punggung Peradaban Bangsa
Kemenkes Hentikan Sementara Program Dokter Spesialis Mata Unsri Usai Dugaan Pungli dan Perundungan