“Pesan politik pertama adalah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 kan, yang menyebutkan IKN sebagai ibu kota politik di tahun 2028. Pesan politik kedua kemarin, Presiden Prabowo hadir dan ingin memberikan pesan kepada kita bahwa beliau bukan sekadar mengunjungi dan meninjau tapi juga memberikan perhatian kepada IKN.”
Harapannya jelas: komitmen untuk menyelesaikan proyek sesuai target di Perpres itu. Termasuk satu hal krusial yang masih menggantung: restu presiden untuk memindahkan ASN.
Rifqi mengungkapkan, Menteri PANRB sebelumnya telah menyampaikan blueprint pemindahan itu kepada DPR. Rencananya sudah matang, bahkan rusunawa untuk menampung ribuan pegawai pun sudah berdiri.
“Tapi tentu mereka harus menunggu restu dari presiden,” ujarnya.
“Nah, saya kira setelah presiden mengecek sendiri tadi malam mudah-mudahan hal ini bisa segera diputuskan. Karena kalau enggak mubazir. Sudah punya rusun untuk 15.000 orang tapi belum ditempati.”
Kunjungan singkat itu, tampaknya, meninggalkan pekerjaan rumah yang tidak singkat. Semuanya kini bergantung pada keputusan yang diambil di meja hijau, jauh dari lokasi proyek.
Artikel Terkait
Budaya Mundur Pejabat Jepang: Mau Tiru, Tapi Berani Malu?
Suami Siri Tewaskan Terapis di Bekasi, Lalu Gasak Uang Korban Rp 2,8 Juta
Publik Desak Pandji Segera Rilis Mens Rea 2: Bahan Kritik Masih Melimpah
Cemburu Buta dan Percakapan WhatsApp yang Tak Terhapus, Suami Tewaskan Istri di Bekasi