Rapat Paripurna DPR RI di Senayan, Selasa (13/1) lalu, diwarnai pernyataan Ketua DPR Puan Maharani tentang musibah yang melanda sejumlah wilayah. Dalam pidatonya, ia secara khusus menyoroti bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut Puan, situasi sulit ini justru bisa menjadi momen bagi bangsa untuk mempererat solidaritas.
“Perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini kita jalani di tengah berbagai bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di tanah air,” ucapnya.
“Kondisi ini mengajak kita untuk merayakannya dengan penuh kesederhanaan, kepekaan, serta kepedulian yang mendalam terhadap saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit,” tambah Puan.
Ia lantas menegaskan, semangat Tahun Baru 2026 harus dimaknai sebagai penguat nilai-nilai kebersamaan. Gotong royong dan kepedulian sosial, menurutnya, adalah kunci untuk bangkit bersama. “Sehingga kita dapat saling menguatkan dalam harapan, serta menumbuhkan optimisme untuk melangkah menuju masa depan Indonesia yang lebih baik,” jelasnya.
Di sisi lain, penanganan korban dan pemulihan daerah bencana masih menjadi fokus utama DPR. Nah, sebagai langkah konkret, mereka telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana.
Tugas satgas ini cukup jelas: memastikan semua pihak terkait, mulai dari kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah, benar-benar komit. Penanganannya harus cepat, tidak boleh lambat. Juga harus tepat sasaran.
“Terkait penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera yang telah memasuki fase rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana, DPR RI telah membentuk Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana,” tutur Puan.
“Untuk memastikan komitmen seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dapat berjalan dengan baik. Sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berlangsung lebih cepat, tepat manfaat, dan tepat waktu,” tegasnya.
Usai rapat, politisi PDIP itu juga menyentuh soal pengawasan ke depan. Komisi-komisi terkait di DPR akan terus memantau perkembangan penanganan bencana. Apalagi, waktu terasa mendesak dengan datangnya bulan Ramadhan yang tak lama lagi.
“Insyaallah sebelum Ramadhan, memang kolaborasi antara pemerintah dengan DPR itu bisa berjalan lebih maksimal, kita akan mengawasi sehingga memang target yang ada itu memang bisa berjalan sesuai dengan harapannya,” kata Puan.
“Jadi memang apa yang diharapkan, kita awasi dan pemerintah bisa melakukan sesuai dengan yang diharapkan oleh DPR,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Ibu Korban Peluru Nyasar di Gresik Tangis di Hadapan DPRD Jatim
Bayern Munich Hadapi Real Madrid di Allianz Arena dengan Modal Agregat Tipis
Mukena Premium Naeka Ekspansi ke Pasar Global Berkat Dukungan UMKM
Polisi Kukar Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu, Selamatkan 15.000 Orang dari Jerat Narkoba