Sejak video klarifikasinya beredar, ia seperti hilang ditelan bumi. Rumahnya di Kelurahan Muara Kuang, Ogan Ilir, terlihat sepi. Pintu dan pagar tertutup rapat. Hanya beberapa kerabat dekat yang masih terlihat di sekitar rumah itu.
Zarkasih, paman dari ayah Nisya, mengaku kebingungan. Ia dan keluarga di kampung hanya bisa mengikuti berita viral cucunya itu lewat televisi.
kata Zarkasih, Sabtu lalu.
Ia menjelaskan, rumah di Muara Kuang memang jarang dihuni. Keluarga Nisya putri ketiga dari pasangan Syawal dan Sadariah biasanya hanya pulang kampung sebentar, dua atau tiga bulan sekali.
Soal aksi penyamaran Nisya, Zarkasih mengaku sama sekali tak paham. “Kami terus terang tidak tahu persoalannya apa. Hanya dikasih tahu tetangga kalau Nisya masuk TV. Awalnya saya nangis, apa salah dia. Dan kami juga tidak menanyakan pada orang tuanya,” tuturnya penuh haru.
Kini, semua mata tertuju pada Nisya. Akankah ia muncul dan menerima tawaran kedua yang jauh lebih baik ini? Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Demokrat Ikuti Arahan Prabowo, Pilkada via DPRD Bukan Prioritas Mendesak
Di Persimpangan Kekuasaan: Ormas yang Berdiri di Luar atau Masuk ke Arena Politik?
Prabowo Langsung Tinjau IKN, Sinyal Komitmen atau Sekadar Kunjungan Seremonial?
Komisi II Buka Pintu untuk Revisi UU Pemilu, Usul Gabung dengan RUU Pilkada