Nama Timothy Ronald kembali mencuat, kali ini bukan karena prediksi pasar atau edukasi investasi, melainkan laporan polisi. Influencer keuangan yang dijuluki "Raja Kripto" itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan investasi. Kerugian yang dialami pelapor? Tidak main-main, mencapai angka tiga miliar rupiah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan laporan tersebut. "Benar ada laporan terkait kripto oleh pelapor inisial Y. Terlapor dalam penyelidikan," ujarnya, Senin (12/1/2026).
Lantas, bagaimana ceritanya bisa sampai ke titik ini?
Semuanya berawal dari sebuah grup di platform Discord bernama Akademi Crypto. Wadah yang didirikan Timothy bersama rekannya, Kalimasada, pada 2022 ini awalnya bertujuan mulia: memberi bekal ilmu investasi kripto kepada generasi muda. Di dalam grup itulah, menurut penuturan, sejumlah anggota kemudian mendapat tawaran trading khusus.
Salah satu korban, berinisial Y, mengaku tergiur. Pada Januari 2024, ia disarankan membeli koin bernama Manta. Janjinya menggiurkan: potensi kenaikan bisa menyentuh 300 hingga 500 persen. Percaya pada tawaran itu, korban pun menggelontorkan dana sebesar Rp 3 miliar.
Namun, harapan tinggal harapan. Alih-alih meroket, harga koin Manta justru terjun bebas. Portofolio korban anjlok hingga minus 90 persen jauh sekali dari iming-iming yang digaungkan sebelumnya. Merasa dirugikan, korban akhirnya memberanikan diri melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.
Proses pelaporan sendiri ternyata tidak mulus. Korban sempat mendapat ancaman yang membuatnya ketakutan. Tapi, setelah membentuk grup dukungan dengan korban potensial lainnya, nyalinya kembali tumbuh. Laporan pun akhirnya dilayangkan.
Timothy dan rekannya kini dijerat dengan beberapa pasal. Di antaranya UU Informasi dan Transaksi Elektronik, UU Transfer Dana, serta KUHP. Kasus ini tentu menjadi tamparan keras bagi sosok yang karismanya dibangun dari dunia edukasi finansial.
Pria kelahiran Tangerang, 22 September 2000 ini memang bukan nama baru. Kariernya melesat sejak mendirikan platform "Ternak Uang" bersama beberapa rekan. Setelah memutuskan keluar, ia fokus pada Akademi Crypto dan belakangan merilis Ronald Media, perusahaan media dan kreatifnya.
Di Instagram, akun @timothyronaldd masih dikuti oleh sekitar 2,3 juta orang. Konten-kontennya tentang strategi investasi dan mindset kekayaan masih terpampang di sana. Namun, di balik layar, penyelidikan kepolisian mulai mengungkap cerita yang berbeda. Publik kini hanya bisa menunggu, bagaimana kasus ini akan berujung.
Artikel Terkait
Bayern Munich Hadapi Real Madrid di Allianz Arena dengan Modal Agregat Tipis
Mukena Premium Naeka Ekspansi ke Pasar Global Berkat Dukungan UMKM
Polisi Kukar Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu, Selamatkan 15.000 Orang dari Jerat Narkoba
Pertamina Tegaskan Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Sebut Informasi Biaya adalah Hoaks