Keringat Pagi dan Aroma Kopi: Ritual Sempurna di Tengah Kesibukan Kota

- Selasa, 13 Januari 2026 | 07:06 WIB
Keringat Pagi dan Aroma Kopi: Ritual Sempurna di Tengah Kesibukan Kota

Kalau kamu perhatikan, pagi-pagi sekali di kota-kota besar sudah ramai dengan orang berlari. Ini bukan cuma soal olahraga, lho. Bagi banyak orang, lari pagi sudah jadi semacam ritual wajib. Sebuah cara untuk menyegarkan badan, menjernihkan pikiran, dan kadang, sekadar menikmati waktu untuk diri sendiri sebelum hari yang sibuk benar-benar dimulai.

Lari Pagi: Bukan Cuma untuk Kebugaran

Manfaat lari pagi tentu saja banyak. Dari sisi fisik, jantung dan paru-paru jadi lebih kuat, peredaran darah lancar, dan berat badan lebih terjaga. Tapi yang sering bikin orang ketagihan justru efek psikologisnya. Lari di pagi hari memicu keluarnya endorfin, hormon yang bikin perasaan jadi lebih baik dan rileks.

Di sisi lain, momen ini juga sering jadi saat untuk merenung. Udara yang masih bersih, suasana yang belum terlalu ramai, menciptakan ruang untuk menata pikiran. Entah itu merencanakan hari, atau sekadar menikmati kesunyian. Namun begitu, lari pagi juga punya sisi sosialnya. Komunitas lari tumbuh subur. Mereka lari bersama, saling menyemangati, dan hubungan pertemanan pun terjalin.

Dan setelah itu, biasanya ada ritual lanjutannya: ngopi.

Setelah berkeringat, secangkir kopi hangat terasa seperti hadiah. Kafein dalam kopi membantu mengembalikan energi. Tapi lebih dari sekadar stimulan, momen ngopi inilah yang bikin ritual pagi jadi lengkap. Rasanya seperti jeda yang memang dibutuhkan.


Halaman:

Komentar