Di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin lalu, Chandra Sulistyo Reksoprojo berbicara blak-blakan. Sebagai Direktur Bina Petugas Haji Kemenhaj, pesannya jelas: para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) wajib total dalam melayani. Jemaah harus merasakan kenyamanan dan keamanan penuh selama di Tanah Suci. Titik.
"Sebagai petugas haji, sudah mutlak kita buat jemaah nyaman dan aman," tegas Chandra.
Lalu, nyaman seperti apa? Menurutnya, hal itu terlihat dari hal-hal sederhana. Misalnya, saat ada jemaah bertanya arah ke Masjid Nabawi. "Petugas harus menguasai, lewat pintu nomor berapa," ujarnya memberi contoh.
"Atau kalau ditanya soal menuju Masjidil Haram, naik Bus Shalawat dari mana, kita juga harus bisa jawab. Biar jemaah merasa, 'saya bisa kok pergi di sini'. Karena informasinya jelas," sambung Chandra.
Namun begitu, penguasaan informasi saja tak cukup. Di lapangan, tantangan seringkali lebih fisik. Petugas dituntut sigap membantu jemaah yang mengalami kesulitan, terutama para lansia. Ini bagian dari komitmen Kemenhaj tahun ini: tepat waktu, berkualitas, dan yang utama, perlindungan jemaah harus lebih kuat.
Artikel Terkait
Trump Ancang-ancang Pukul Iran dengan Dua Pukulan: Sanksi 25% dan Ancaman Militer
Ketika Kritik Dibalas Laporan: Ruang Dialog yang Kian Menyempit
Kader PSI Semarang Berontak, Susunan Pengurus Dituding Tak Sesuai Kesepakatan
Tiket Domestik Melambung, Rakyat Terpaksa Kabur ke Luar Negeri