Di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin lalu, Chandra Sulistyo Reksoprojo berbicara blak-blakan. Sebagai Direktur Bina Petugas Haji Kemenhaj, pesannya jelas: para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) wajib total dalam melayani. Jemaah harus merasakan kenyamanan dan keamanan penuh selama di Tanah Suci. Titik.
"Sebagai petugas haji, sudah mutlak kita buat jemaah nyaman dan aman," tegas Chandra.
Lalu, nyaman seperti apa? Menurutnya, hal itu terlihat dari hal-hal sederhana. Misalnya, saat ada jemaah bertanya arah ke Masjid Nabawi. "Petugas harus menguasai, lewat pintu nomor berapa," ujarnya memberi contoh.
"Atau kalau ditanya soal menuju Masjidil Haram, naik Bus Shalawat dari mana, kita juga harus bisa jawab. Biar jemaah merasa, 'saya bisa kok pergi di sini'. Karena informasinya jelas," sambung Chandra.
Namun begitu, penguasaan informasi saja tak cukup. Di lapangan, tantangan seringkali lebih fisik. Petugas dituntut sigap membantu jemaah yang mengalami kesulitan, terutama para lansia. Ini bagian dari komitmen Kemenhaj tahun ini: tepat waktu, berkualitas, dan yang utama, perlindungan jemaah harus lebih kuat.
"Untuk lansia, sudah ada tim khusus yang siap membopong, menggendong, dari bandara ke bus, begitu juga menaik-turunkan dari bus," paparnya.
Pelayanan itu bahkan sampai ke hal yang paling personal. "Bila perlu, kita pun turut membersihkan saat yang bersangkutan buang air besar dan sebagainya. Itu memang sudah menjadi kewajiban," kata Chandra tanpa tedeng aling-aling.
Di hadapan lebih dari 1.600 calon PPIH, Chandra menekankan lagi soal kemutlakan pelayanan ini. Alasannya mendasar dan personal.
"Karena ada jemaah haji, kita semua berkesempatan berangkat ke sana."
Ia mengingatkan, di balik setiap jemaah ada perjuangan panjang. "Mereka menunggu puluhan tahun, menabung berpuluh-puluh tahun, mengorbankan harta karena satu keinginan: ke Tanah Suci. Kalau tidak kita layani, itu adalah kesalahan mutlak bagi kita sebagai petugas haji," pungkasnya. Suaranya tegas, meninggalkan kesan yang dalam.
Artikel Terkait
Prabowo dan KSAD Bahas Capaian TNI AD: 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Tuntas dalam Tiga Bulan
IHSG Melemah Tipis ke 7.621, Tekanan Jual Masih Membayangi
Mentan: Swasembada Pangan Hanya Mungkin dengan Sinergi Pusat-Daerah
PN Jakarta Pusat Tolak Eksepsi Mardiono, Perkara Muktamar PPP Lanjut ke Pemeriksaan Bukti