Dan yang tak kalah penting: nasib guru honorer. Ada 5,5 juta guru honorer di tanah air. Dengan anggaran makan siang tadi, gaji mereka bisa dinaikkan menjadi 5 juta rupiah per bulan. Kesejahteraan pendidik tentu akan langsung terasa membaik.
Begitulah kira-kira cuplikan utas dari akun Twitter @dosenkesmas yang diunggah awal Januari lalu. Postingan itu, seperti bisa ditebak, langsung memantik berbagai reaksi. Ada yang setuju, banyak pula yang mempertanyakan validitas perhitungannya.
Namun begitu, terlepas dari akurasi angka, yang menarik adalah bagaimana narasi ini menyodorkan sebuah perspektif. Ia memaksa kita untuk membandingkan skala prioritas. Sebuah program sosial yang satu, dihadapkan pada sederet potensi program lain yang juga mendesak.
Ini bukan soal benar atau salahnya sebuah kebijakan. Tapi lebih ke arah pertanyaan: jika ada dana sebesar itu, ke mana seharusnya ia dialokasikan? Pilihan selalu ada, dan setiap pilihan punya konsekuensi serta manfaatnya sendiri. Publik, akhirnya, yang akan merasakan hasilnya nanti.
Artikel Terkait
Al Hilal Tumbangkan Al Shabab 5-3 dalam Laga Penuh Gol
Kemlu Tegaskan Pasukan TNI ke Gaza Bersifat Non-Tempur dan Bisa Dihentikan Kapan Saja
Jadwal Imsak dan Salat Hari Ini di Pangkal Pinang, 28 Februari 2026
Jadwal Imsak dan Salat untuk Makassar, 10 Ramadan 1447 H