Seorang siswi kelas 3 SD harus mengalami momen menegangkan di rumahnya sendiri. Peristiwa itu terjadi Sabtu lalu di Rengas Pulau, Medan Marelan. Korban, seorang anak berinisial J (9), diseret pelaku pencuri sejauh 20 meter dari rumahnya. Polres Pelabuhan Belawan kini tengah memburu pelaku yang sudah berhasil diidentifikasi.
“Laporan sudah kami terima, dan pelaku sudah teridentifikasi. Mohon doanya semoga cepat tertangkap pelakunya,”
kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Agus Purnomo, Senin (12/1). Meski begitu, Agus belum mau membeberkan identitas atau inisial tersangka.
Ceritanya berawal ketika J pulang lebih dulu dari sekolah. Saat itu, sang ayah, Darfan (52), justru sedang dalam perjalanan untuk menjemputnya. Sementara ibunya tak ada di rumah karena masih bekerja.
“Aku mau jemput dia sekolah. Sampai di sekolah, aku tunggu, dia enggak ada. Ternyata anak ini sudah pulang ke rumah,”
kenang Darfan saat ditemui di kediamannya.
Di rumah, J sedang di kamar mandi. Ia mendengar suara pintu terbuka. Mengira itu ayahnya, ia keluar. Ternyata, ada orang asing yang langsung mengambil handphone miliknya. Tanpa pikir panjang, si anak memberanikan diri mengejar. J memegang kuat behel belakang motor yang dikendarai pelaku yang hendak kabur.
Sayangnya, pelaku tak bergeming. Motor malah digas kencang. Akibatnya, J terseret cukup jauh, sekitar 20 meter. “Terus pelaku ini enggak mau dihiraukan. Adik itu dipegang terus keretanya (motor) di belakang itu, dikencangin terus, lari dia,” ujar Darfan menggambarkan aksi nekat anaknya.
Untungnya, menurut penuturan ayahnya, handphone itu berhasil diselamatkan. Pelaku panik dan menjatuhkannya, diduga karena takut akan kerumunan warga. Namun, uang tunai sebesar Rp 100.000 raib dibawa kabur. J sendiri mengalami luka-luka di kedua kakinya.
Kini, Darfan hanya berharap pelaku segera ditangkap. Ia sudah melaporkan kejadian ini kepada polisi.
“Harapannya, mudah-mudahan pelaku ini tertangkap. Kita serahkan kepada pihak berwajib. Kalau engga tertangkap, nanti pasti kena lagi. Mungkin lebih parah dari anak saya,”
tutupnya dengan nada prihatin.
Pihak kepolisian masih terus mengejar. Masyarakat setempat pun diharap tetap waspada.
Artikel Terkait
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Berhenti Beroperasi Akibat Dana Operasional dari BGN Mandek
Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday Juni 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Taklukkan Mozambik 1-0
WNA Singapura Ditemukan Tewas di Apartemen Batam Center, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Timnas Putri Indonesia Ditahan Imbang Kamboja di Laga Penutup FIFA Matchday