Pergeseran peran yang aneh ini rupanya belum berhenti. Menurut Siauw, kini banyak ulama yang sibuk mengurusi tambang. Sebaliknya, para penambang justru merasa perlu turun tangan mengurus negara.
Yang paling ironis, katanya, adalah beban yang harus dipikul generasi muda. "Dan dimana ada anak-anak yang harus membuka 19 juta lapangan pekerjaan," tuturnya, "sementara kerjaannya sendiri dicari bapaknya."
Pernyataan Siauw ini langsung memantik respons di media sosial. Seorang pengguna X, Edy Bayo Regar, menyatakan dukungannya.
Video pernyataan lengkapnya pun ramai dibagikan dan menjadi bahan perbincangan hangat netizen.
Artikel Terkait
KPK Geledah Kantor Pajak Jakut, Dugaan Suap Diskon Rp 60 Miliar Terkuak
Menteri Kesehatan Desak Perbaikan Rumah Nakes Sumatera Rampung Sebelum Lebaran
PMI Serahkan 2.000 Ton Bantuan Logistik untuk Ringankan Beban Warga Aceh di Bulan Puasa
Jebakan di Balik Layar: Menguak Ancaman Child Grooming di Era Digital