Suasana di Palmerah, Jakarta Barat, mendadak ricuh Rabu pekan lalu. Seorang warga memergoki dua orang sedang mengambil motornya yang diparkir di rumah. Spontan, korban berteriak memanggil warga. Teriakan itu pun memicu kejaran.
Warga berhasil meringkus salah satu pelaku. Tapi, ceritanya tak berhenti di situ. Menurut sejumlah saksi, pelaku satunya kembali ke lokasi. Kali ini, dengan senjata api di tangan. Tak main-main, ia melepaskan empat kali tembakan. Satu di antaranya mengenai seorang warga di sekitar tempat kejadian.
Polisi pun turun tangan. Dalam upaya penangkapan, aparat terpaksa melepaskan tembakan. Dua dari tiga tersangka yang diamankan mengalami luka di kaki. Tindakan ini, kata polisi, adalah langkah terukur.
"Karena yang bersangkutan membawa senjata api dan membahayakan petugas pada saat penangkapan, maka kami mengambil upaya hukum dengan tindakan tegas dan terukur," jelas Kombes Iman Imanuddin, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Ia menegaskan situasi saat itu memang genting. Pelaku bersenjata dinilai ancaman serius yang tak bisa dihadapi dengan cara biasa.
Dari keterangan yang berhasil dihimpun, tim gabungan kemudian bergerak cepat. Penangkapan dilakukan di tiga kota berbeda. Satu pelaku diamankan di Yogyakarta, pelaku kedua di Bandung, dan yang ketiga di Jakarta Barat.
Artikel Terkait
Menteri Kesehatan Desak Perbaikan Rumah Nakes Sumatera Rampung Sebelum Lebaran
PMI Serahkan 2.000 Ton Bantuan Logistik untuk Ringankan Beban Warga Aceh di Bulan Puasa
Jebakan di Balik Layar: Menguak Ancaman Child Grooming di Era Digital
Menkes Tegaskan Kematian Pasien Super Flu di Bandung Bukan karena Virus