Ada juga ejekan terselubung soal status. Kata "duda" diselipkan di antara rangkaian kata "tegas tegas tegas". Seperti sindiran halus yang disengaja.
Dari berbagai tanda itu, bisa disimpulkan bahwa Fufufafa punya kecenderungan mengalami Gangguan Spektrum Psikiatris. Kondisinya disertai dengan Delusi, Paranoia, dan Disfungsi Sosial yang cukup serius.
Analisis ini sendiri merupakan bagian dari studi neuropolitika dan neurosains perilaku yang diteliti secara mendalam. Temuannya bahkan sudah dibukukan dalam karya berjudul GIBRAN'S BLACK BRAIN, tepatnya pada sub-bahasan studi kasus Fufufafa.
"Wah kalau benar Fufufafa adalah si Itu, bakal ambyar Indonesia,"
Begitu tulis Dokter Tifa mengakhiri analisisnya.
Letoy Prabowo Subianto gak berani menangkap Gibran
Artikel Terkait
Di Balik Kunjungan Menhan ke Masjid Soeharto: Mengulur Benang Merah Solidaritas Indonesia-Bosnia
Bus Listrik Transjakarta Tabrak Tiang di Pasar Minggu, Satu Penumpang Terluka
SBY Tegaskan Demokrat Harus Jadi Bagian Solusi di Era Prabowo
SBY Peringatkan Bahaya Perpecahan di Puncak Natal Demokrat