Empat Pilar Salat untuk Mikraj dalam Kehidupan, Menurut Pakar Ekonomi Syariah

- Senin, 12 Januari 2026 | 15:25 WIB
Empat Pilar Salat untuk Mikraj dalam Kehidupan, Menurut Pakar Ekonomi Syariah

Begitu pula dengan yang meresapi 'fama linnar wal qintar', pasti akan berpikir ulang untuk berselingkuh.

Aspek ketiga adalah penguatan karakter dan konsistensi. Ia mengutip satu ayat yang memerintahkan menjaga salat dan terutama salat wustha, serta berdiri untuk Allah dengan khusyuk. "Pesan di baliknya jelas: ketenangan," ucapnya.

"Ketika masalah datang, hal pertama yang wajib dilakukan adalah tenang dulu. Baru setelah pikiran jernih, solusi bisa dicari."

Terakhir, salat adalah regulator emosi lewat latihan kesabaran. "Firman-Nya, 'wasta'inu bis shabri was shalah' jadikan sabar dan salat sebagai penolongmu," katanya.

Nah, sabar di sini bukan berarti pasif. Tapi lebih pada kemampuan untuk melawan rasa bosan dan ingin instan.

Ia memberi contoh nyata. "Seorang ustaz bisa hafal 30 juz Al-Quran karena sabar mengulang puluhan kali. Seorang ahli akuntansi lahir dari kesabaran mengutak-atik rumus. Sebaliknya, pejabat yang baru enam bulan menjabat sudah korupsi? Itu ciri-ciri orang yang tidak sabar," paparnya.

Menutup ceramahnya, Prof. Syafi'i Antonio kembali menegaskan. Keempat pilar itu pengatur waktu, penunjuk arah moral, penguat karakter, dan pengendali emosi adalah kunci untuk 'bermikraj'. Naik level dalam menjalani hidup yang lebih baik dan bermakna.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar