"Sebenarnya arus masih berjalan dua arah, cuma ya terlambat. Motor atau truk masih bisa lewat," sebutnya lagi.
Untuk mengurai kemacetan, polisi terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas. Mereka melarang kendaraan roda empat melintas dari pertigaan JLS menuju Pati Kota.
"Dari arah Surabaya atau Rembang, kami alihkan lewat lingkar yang menuju kota. Tujuannya biar tidak terkunci di pertigaan lingkar itu," terang Purwanto.
Di sisi lain, warga merasakan dampak yang lebih lama. Pujianto, salah seorang warga setempat, mengatakan banjir sebenarnya sudah melanda sejak Minggu (11/1) sore.
"Airnya mulai naik sekitar jam setengah lima sore. Semalam sampai sekarang belum juga surut," katanya.
Tak hanya jalan raya, banjir juga merendam puluhan rumah warga. Pujianto menyebut air berasal dari luapan dua sungai: Kali Simo dan Sungai Silugonggo. Kondisinya masih waspada, mengingat hujan bisa datang lagi kapan saja.
Artikel Terkait
Tembakan Ricuh di Palmerah, Dua Pelaku Pencurian Motor Diamankan dengan Luka Tembak
Pindahkan Saja Gunungnya: Celoteh Gimah yang Viral di Tengah Duka Semeru
Operasi Senyap di Pelabuhan Pomako: Tiga Pengedar Narkoba Digulung
Prabowo Ingatkan Pemimpin: Kalau Maling, Anak Buah Tak Semangat