Dia menyebut, langkah Indonesia adalah bagian dari kontribusi untuk perdamaian dunia yang berlandaskan kemerdekaan dan keadilan sosial. Sejak Dewan HAM berdiri menggantikan Komisi HAM dua puluh tahun silam, Indonesia memang aktif terlibat.
Di sisi lain, pertemuan itu juga menetapkan Wakil Presiden untuk tahun yang sama. Marcelo Vázquez Bermúdez dari Ekuador yang maju sebagai calon tunggal dari kelompok Amerika Latin dan Karibia akhirnya terpilih. Meski begitu, prosesnya tidak sepenuhnya mulus. Bolivia dan Kuba memilih abstain dan tidak mendukung pencalonannya.
Suasana pertemuan sendiri diwarnai oleh keprihatinan geopolitik. Perwakilan Kolombia, María Juliana Tenorio Quintero, menyoroti situasi global yang menurutnya sedang tidak baik-baik saja.
Dia mendesak semua delegasi untuk berpegang teguh pada hukum HAM internasional. Itu, baginya, adalah benteng untuk mencegah konflik yang lebih luas. Sorotan itu mengingatkan bahwa tugas pemimpin baru Dewan HAM nantinya tidak akan ringan, berada di tengah-tengah dunia yang penuh ketegangan.
Artikel Terkait
Kejaksaan Agung Mutasi Sejumlah Pejabat, Termasuk Kajati Sulawesi Selatan
Dirjen Imigrasi: Dominasi WN Tiongkok dalam Pelanggaran Imigrasi Karena Proporsi Terbesar
Ibu Rumah Tangga di Polman Tewas Diduga Tersengat Listrik di Kamar Mandi
IHSG Menguat ke 7.500, Analis Buka Target 7.856 dengan Peringatan Koreksi