Di sisi lain, di udara, tim drone juga dikerahkan. Mata elektronik itu dipusatkan untuk memindai area Tebing Grendan, mengintai dari ketinggian apa yang mungkin terlewat oleh pandangan manusia di darat.
Pencarian darat pun tak kalah intens. Personel berjalan kaki menelusuri titik-titik yang dianggap vital: sekitar lokasi kejadian, Tebing Sinden yang jaraknya sekitar 5 kilometer, hingga menjangkau Pantai Sedahan. Medannya terjal, tapi harapan tetap dipelihara.
“Sampai laporan ini disampaikan, korban masih dalam pencarian,” tegas Sunu, menutup penjelasannya. Suasana tegang masih jelas terasa.
Kedua korban, Wasgito (39) dan seorang lagi yang belum teridentifikasi, dilaporkan hilang setelah peralatan pancing mereka ditemukan tanpa pemilik pada Sabtu (10/1) lalu. Sejak saat itu, pantai yang biasanya ramai dengan pemancing itu berubah menjadi pusat operasi penyelamatan yang penuh ketegangan.
Artikel Terkait
Kritik untuk Gibran, Kenapa Harus Berakhir dengan Bullying ke Jan Ethes?
Prabowo Beri Pelukan Hangat Saat Gus Ipul Menangis Haru di Peresmian Sekolah Rakyat
Hujan Deras Genangi Tol Sedyatmo, Akses ke Bandara Soetta Tersendat
Ketika Ibadah Hanya di Langit, Bumi Merintih di Bawah Kaki