Hari Ketiga Pencarian di Wediombo: Drone dan Perahu Dikerahkan, Dua Pemancing Masih Hilang

- Senin, 12 Januari 2026 | 13:00 WIB
Hari Ketiga Pencarian di Wediombo: Drone dan Perahu Dikerahkan, Dua Pemancing Masih Hilang

Sudah hari ketiga. Pencarian dua pemancing yang hilang di Pantai Wediombo, Gunungkidul, masih terus digenjot. Kali ini, Tim SAR Gabungan mengerahkan segala upaya, mulai dari tim perahu hingga teknologi drone.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I Pantai Wediombo, Sunu Handoko Bayu Sagara, menjelaskan langkah-langkah yang diambil pada Senin (12/1) itu. Upaya dimulai pagi-pagi benar.

“Tim perahu, pukul 06.30 WIB satu perahu dari Pantai Sadeng mulai melakukan aktivitas penyisiran ke timur radius 10 mil laut hingga perairan Jawa Timur,” ujarnya.

Namun begitu, nasib sepertinya belum berpihak. Hanya setengah jam kemudian, cuaca berbalik menjadi musuh. Hujan deras dan angin kencang memaksa perahu itu kembali ke barat dan mendarat di Pantai Sadeng. Gelombang tinggi membuat operasi laut terlalu berisiko.

Tak menyerah, tim mencoba rute lain. Sekitar pukul sembilan pagi, sebuah perahu dari Wediombo akhirnya bisa meluncur. Mereka menyisir wilayah ke timur, hingga ke depan Pantai Sedahan dengan radius sekitar 3 mil dari TKP.

Di sisi lain, di udara, tim drone juga dikerahkan. Mata elektronik itu dipusatkan untuk memindai area Tebing Grendan, mengintai dari ketinggian apa yang mungkin terlewat oleh pandangan manusia di darat.

Pencarian darat pun tak kalah intens. Personel berjalan kaki menelusuri titik-titik yang dianggap vital: sekitar lokasi kejadian, Tebing Sinden yang jaraknya sekitar 5 kilometer, hingga menjangkau Pantai Sedahan. Medannya terjal, tapi harapan tetap dipelihara.

“Sampai laporan ini disampaikan, korban masih dalam pencarian,” tegas Sunu, menutup penjelasannya. Suasana tegang masih jelas terasa.

Kedua korban, Wasgito (39) dan seorang lagi yang belum teridentifikasi, dilaporkan hilang setelah peralatan pancing mereka ditemukan tanpa pemilik pada Sabtu (10/1) lalu. Sejak saat itu, pantai yang biasanya ramai dengan pemancing itu berubah menjadi pusat operasi penyelamatan yang penuh ketegangan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar