Bareskrim Polri baru-baru ini menggerebek sebuah rumah produksi gas nitrous oxide (N2O) bermerek Whip-pink di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Dari lokasi itu, ratusan tabung siap edar berhasil diamankan.
Operasi ini digelar pada Senin malam, 13 April 2026. Awalnya, Tim Subdit III Dittipidnarkoba Bareskrim mendapat laporan soal peredaran gas Whip-pink yang marak di Kemayoran. Informasi itu langsung ditindaklanjuti. Dipimpin oleh Kombes Awaludin, tim pun bergerak untuk menelusuri sumbernya.
Penggerebekan dilakukan di dua titik terpisah. Pertama, di sebuah ruko di Gang Mantri, Kemayoran. Lokasi kedua adalah sebuah gudang di ruko Jalan Rajawali Selatan Raya, Pademangan, Jakarta Utara.
Sampai saat ini, penyidik masih mendalami siapa sebenarnya pemilik bisnis ini. Berikut beberapa fakta kunci yang berhasil diungkap.
1. Puluhan Tabung Whip-pink Diamankan
Menurut Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, pengungkapan berawal dari maraknya penyalahgunaan gas ini. Untuk memastikan titik pengambilannya, tim melakukan pembelian terselubung.
"Setelah mendapati informasi lokasi tersebut, Tim menuju lokasi titik pengambilan barang yang dilakukan oleh ojek online dan didapati bahwa alamat tersebut adalah alamat sebuah ruko,"
kata Brigjen Eko Hadi, Rabu (15/4).
Mereka kemudian menggerebek ruko di Gang Mantri. Di dalam, ditemukan seorang pria berinisial Su (56) yang bertugas menjaga stok dan mengirim barang. Di tempat ini pula polisi menemukan sejumlah tabung Whip-pink dengan berbagai varian ukuran.
Dari hasil pemeriksaan terhadap Su, petugas kemudian melangkah ke lokasi kedua. Di gudang di Jalan Rajawali Selatan Raya itu, empat orang laki-laki dengan inisial ST, Sul, Sup, dan AS diamankan. Mereka adalah karyawan yang bertugas memproduksi dan mengisi ulang tabung-tabung kecil Whip-pink.
Yang disita di gudang ini cukup lengkap. Mulai dari mesin pengisian gas, tabung-tabung besar berukuran 27 hingga 32 Kg, hingga ribuan tabung kecil Whip-pink siap edar dengan ukuran beragam, dari 580 gram sampai yang 2.050 gram. Semuanya diamankan sebagai barang bukti.
Artikel Terkait
Ibas Soroti Potensi Ekonomi dan Tantangan Industri Kreatif di Forum Museum Nasional
Empat Kandidat Juara Liga Champions 2026 Siap Bertarung di Babak Semifinal
Wamen Dalam Negeri: Program Strategis Nasional Harus Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Mendagri Beri Tenggat Satu Pekan untuk Pendataan Huntap Korban Bencana Sumatera