"Kemudian durasi yang kami laksanakan untuk kegiatan ini berkisar sekitar 20 menit dan saat ini situasi sudah normal kembali. Dari kejadian rekayasa lantas tersebut kami laporkan tidak ada kecelakaan lalu lintas maupun gangguan atau hal-hal yang lain,"
Sebelumnya, ibu kota memang sempat kacau oleh genangan air. Kemacetan panjang terjadi di berbagai titik, termasuk akses keluar-masuk tol. Dhanar menyebut, kepadatan di tol itu justru dipicu oleh macet total di jalan arteri. "Kalau padat itu itu Podomoro, Sunter, yang keluar-keluar itu karena arterinya banjir, jadinya dia padat di tol," tuturnya.
Banjirnya sendiri cukup serius. Titik terparah terpantau di Rawa Bokor dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter! Hal itu memaksa petugas melakukan pengalihan arus secara besar-besaran.
"Yang parah di Rawa Bokor itu ketinggian 60 cm, kemudian kita lakukan rekayasa untuk yang mau keluar Rawa Bokor kita luruskan bandara. Kalau di keluaran Plumpang, Priok 1 itu mobil sedan enggak bisa melintas, tapi minibus masih bisa,"
Meski arteri lumpuh, Dhanar memberi catatan penting. Ruas Tol Dalam Kota, katanya, masih aman dari genangan dan bisa dilalui. Hanya dua titik yang perlu diwaspadai.
"(Tol Dalam Kota) masih enggak ada gangguan, masih aman, cuma dua titik di Wiyoto Wiyono dan Sedyatmo,"
Begitulah upaya darurat pagi itu. Singkat, tapi cukup mengurai kepadatan yang sempat mencekik jalanan ibu kota.
Artikel Terkait
Pindahkan Saja Gunungnya: Celoteh Gimah yang Viral di Tengah Duka Semeru
Prabowo Ingatkan Pemimpin: Kalau Maling, Anak Buah Tak Semangat
Prabowo Tertukar Nama Pejabat, Sambil Berkelakar Soal Koalisi
Tiga Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Datangi Kemendikdasmen, Tagih Kejelasan Surat Penyetaraan Gibran