Hujan deras dan angin kencang yang mengguyur Kudus sejak Jumat lalu ternyata membawa konsekuensi serius. Bencana banjir dan tanah longsor tak terhindarkan, melumpuhkan sejumlah wilayah di kabupaten tersebut. Ribuan keluarga pun harus merasakan dampaknya.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, memberikan gambaran yang cukup suram. Menurut data yang dihimpun pada Senin (12/1), korban yang terdampak mencapai angka yang besar.
Ujarnya. Curah hujan tinggi itu membuat beberapa sungai utama seperti Gelis, Piji, dan Dawe tak mampu lagi menahan debit air. Luapan air kemudian menyapu permukiman di beberapa kecamatan, termasuk Mejobo, Kota, Jekulo, Bae, dan Kaliwungu. Ketinggian airnya bervariasi, dari yang hanya sebetis hingga nyaris setinggi pinggang orang dewasa.
tambah Munaji.
Di sisi lain, ada sedikit kabar baik. Pada hari Senin, sejumlah titik banjir mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Meski begitu, situasi belum sepenuhnya normal. Beberapa desa masih terendam, terutama di daerah yang topografinya lebih rendah.
jelasnya.
Artikel Terkait
Enam Jam Terjebak Macet: Perjalanan Cibinong-Kuningan yang Berubah Jadi Ujian Kesabaran
Anggaran Rp113 Miliar untuk Penataan Rasuna Said Dikritik: Mark Up atau Hitungan Keliru?
Balita Tewas Terseret Sungai Perak, Korban Banjir-Longsor Kudus Bertambah Tiga Jiwa
Pemerintah Desak Daerah Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan 2026