Suasana hangat masih terasa di Beach City International Stadium, Ancol, Minggu siang itu. Rapat Kerja Nasional PDIP hari kedua hampir berakhir. Sebelum meninggalkan lokasi, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menyisihkan waktu untuk sebuah momen keluarga yang sederhana namun menyentuh.
Bersama kedua putra-putrinya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo, Megawati berhenti sejenak untuk berfoto. Yang menarik, pose mereka diawali dengan isyarat jari metal sebuah sentuhan casual di tengah acara formal. Tapi momennya tak berhenti di situ.
Prananda, dengan senyum khasnya, sepertinya membisikkan sesuatu pada sang kakak. "Cium ibu, cium ibu," ujarnya lantang, terdengar oleh beberapa orang di sekitar.
Spontan, Puan pun mencium pipi kiri Megawati. Prananda tak ketinggalan, mencium pipi kanan sang ibu. Sorak sorai dan tepuk tangan riuh langsung memenuhi ruang. Momen kehangatan itu begitu natural, jauh dari kesan skenario.
Setelahnya, mereka bertiga berjalan keluar. Prananda di sisi kanan, Puan di kiri, keduanya menggandeng tangan Megawati. Tampak jelas kebersamaan itu hingga mereka menghilang dari pandangan.
Momen penuh afeksi ini terjadi usai serangkaian agenda padat. Sebelumnya, Megawati sempat berdialog via video call dengan kader dan warga Aceh yang terdampak bencana. Dari atas Kapal RS Laksamana Malahayati di Lhokseumawe, Wakil Sekjen PDIP Sri Rahayu melaporkan perkembangan bantuan.
"Kami hari ini, Ibu, ada 800 orang lebih yang melakukan pemeriksaan dan pengobatan, baik orang tua maupun anak-anak," lapor Sri Rahayu. Ia juga menyebut dibukanya dapur umum untuk memastikan kebutuhan pangan warga terpenuhi. Megawati sendiri berpesan agar bantuan harus cepat dan tepat sasaran.
Di sisi lain, ada satu agenda penting lain yang baru saja dilalui: peluncuran sebuah buku. Bertajuk 'Spirit Kemanusiaan: Manajemen Risiko Bencana ala Megawati Soekarnoputri', buku ini diluncurkan dalam rangkaian Rakernas.
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang hadir menjelaskan, buku karya Kristin Samah ini bukan sekadar dokumentasi. "Buku 'Spirit Kemanusiaan' menggambarkan manajemen mitigasi bencana Ibu Megawati, dan perhatian beliau yang begitu besar terhadap berbagai gerakan menjaga lingkungan dan bumi," ujar Hasto.
Menurutnya, peluncuran buku ini selaras dengan aksi nyata partai. Saat ini, BAGUNA PDIP memang tengah mengerahkan kapal rumah sakit tersebut untuk misi kemanusiaan di Aceh dan Sumatera.
Acara peluncuran buku itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh penting partai. Mulai dari Olly Dondokambey, Tri Rismaharini, hingga Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok. Tentu saja, kehadiran Puan dan Prananda di sisi Megawati menambah kemeriahan.
Jadi, hari itu terangkum tiga hal: kepedulian pada korban bencana, dedikasi pada literasi kemanusiaan, dan yang paling menyita perhatian sebuah potret kehangatan keluarga di sela-sela kesibukan politik. Sebuah kombinasi yang jarang terlihat, dan berhasil mencuri senyum banyak orang.
Artikel Terkait
Nenek 85 Tahun Penjual Cilok Raih Impian Haji dari Tabungan Receh Harian
Mantan Satpam Bobol Rumah Majikan Usai Dipecat, Rugikan Rp40 Juta
Tiket Ludes H-3, Antusiasme Suporter PSM Makassar Meledak Jelang Laga Kandang
Ibu Korban Peluru Nyasar di Gresik Tangis di Hadapan DPRD Jatim