Akhirnya, akses jalan yang sempat putus total akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh mulai tersambung kembali. Kabar baik ini datang dari rampungnya 11 jembatan bailey darurat yang dibangun dengan kerja sama personel Kodam Iskandar Muda. Sebelas jembatan ini sudah seratus persen selesai dan siap dilintasi.
Lima dari jembatan yang sudah jadi itu berada di Kabupaten Bireuen. Warga di sana kini bisa kembali menggunakan Jembatan Teupin Mane untuk ke Bener Meriah atau Takengon. Sementara, perjalanan menuju Lhokseumawe sudah bisa lewat Jembatan Teupin Reudeup dan Kutablang. Dua lainnya, yaitu Jeumpa atau yang dikenal juga sebagai Cot Bada, serta Matang Bangka, juga telah beroperasi penuh.
Di sisi lain, enam jembatan sisanya tersebar di Bener Meriah dan Aceh Utara. Di Bener Meriah, ada Jembatan Weh Pase yang menghubungkan ke Aceh Utara, lalu Timang Gajah, dan Jamur Ujung 1. Sementara di Aceh Utara, tiga jembatan Panton Nisam, Bukit Dara Bhaktya, dan Beutong Ateuh turut memperlancar mobilitas warga.
Namun begitu, pekerjaan belum usai. Pemerintah bersama TNI masih terus menggebut pembangunan 15 jembatan bailey lainnya di berbagai titik. Beberapa di antaranya menunjukkan kemajuan yang cukup menggembirakan.
Pacu Kecepatan di Lokasi Lain
Perkembangannya memang signifikan. Hingga Minggu (11/1) lalu, setidaknya ada lima jembatan darurat lain yang progresnya sudah melampaui 50 persen. Targetnya jelas: memulihkan konektivitas wilayah secepat mungkin.
Lima jembatan yang dimaksud tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Timur. Lagi-lagi, Kodam Iskandar Muda yang menjadi ujung tombak pembangunannya.
Di Bener Meriah, kemajuannya bahkan lebih pesat. Tiga jembatan di sana sudah tembus di atas 80 persen pengerjaan. Jembatan Bener Kelipah, misalnya, sudah 91 persen. Pemasangan plat lantai dan peneguh struktur utama sudah beres, tinggal penyelesaian oprit atau jalan pendekatnya.
Yang paling mendekati penyelesaian adalah Jembatan Jamur Ujung 2. Progresnya mencapai 97 persen! Opritnya selesai, struktur jembatannya juga sudah dirapikan. Hampir rampung.
Lalu ada Jembatan Wehni Rongka yang tak kalah cepat. Pengerjaannya sudah 80 persen setelah pemasangan struktur utama dan gelagar lantai berhasil diselesaikan dengan baik.
Wilayah lain juga tak mau ketinggalan. Di Aceh Tengah, Jembatan Kr. Pelang sudah 65 persen. Sementara di Aceh Timur, Jembatan Baroh Bogeng juga mencatat kemajuan hingga 80 persen.
TNI memastikan percepatan akan terus dilakukan. Jika nanti kelima jembatan ini rampung, ditambah dengan 11 yang sudah jadi sebelumnya, maka total akan ada 16 jembatan darurat yang menghubungkan kembali Aceh. Sebuah terobosan yang sangat dinantikan oleh ribuan warga yang terdampak.
Artikel Terkait
Ghost in the Cell Dirilis di 86 Negara, Joko Anwar Angkat Horor Penjara dengan Kritik Sosial
Kisah di Balik Nama Unik Klinik Lacasino, Warisan dr. Farid Husain di Makassar
Dinas Peternakan Bone Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Remaja 17 Tahun Ditahan Usai Bawa Kabur Pelajar Perempuan Selama Tiga Bulan