Hujan tak henti-hentinya mengguyur Sukabumi sejak pagi, dan dampaknya langsung terasa. Di Simpenan, tepatnya di Kampung Cisarakan, Desa Loji, lereng bukit tak lagi mampu menahan beban. Material tanah dan bebatuan pun meluncur deras, menimbun jalan nasional penghubung Bagbagan dan Kiaradua. Kejadiannya sekitar pukul sepuluh pagi, Minggu itu.
Kapolsek Simpenan, AKP Bayu Sunarti, mengonfirmasi situasinya. Menurutnya, longsor masih aktif bergerak. "Hujan dengan intensitas tinggi masih turun di lokasi," jelasnya. Itu sebabnya, material terus bertambah.
"Dengan adanya tanah longsor tersebut, saat ini di lokasi tersebut belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat karena longsoran tanah terus terjadi," ujar Bayu.
Jalur yang tertimbun ini ternyata cukup vital. Ia merupakan urat nadi yang menghubungkan Palabuhanratu dengan Surade dan kawasan selatan Sukabumi lainnya. Bayu menuturkan, kontur tanah di sepanjang ruas Bagbagan-Kiaradua memang labil dan berbukit-bukit. Jadi, saat hujan lebat datang, risiko longsor selalu mengintai di sepanjang koridor itu.
Upaya pembersihan pun sudah dilakukan. Namun begitu, cuaca sepertinya belum mau bekerja sama. "Masih turun hujan, sehingga material longsoran terus menutup jalan," keluhnya. Evakuasi material jadi tersendat, terpaksa menunggu redanya hujan.
Artikel Terkait
Travelator YIA Mati Suri, Diduga Demi Lariskan Warung UMKM
Menjaga Marwah Bangsa: Ketika Keluhuran Batin Menjadi Fondasi Negara
Jalan Tol Menuju IKN Ambruk, Diduga Akibat Hujan Deras dan Pergerakan Tanah
Dunia Waspada: Langkah Trump ke Venezuela Buka Luka Lama Pengaruh Global AS