Mendampingi Presiden Prabowo Subianto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turun langsung melihat kondisi korban banjir di Sumatera Barat. Kunjungan mereka berdua ke Posko Pengungsi SDN 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis lalu, bukan sekadar formalitas. Di sana, Bahlil menyampaikan kabar yang cukup melegakan: pasokan energi vital mulai pulih.
“Dan saya pikir di sini listriknya alhamdulillah aman, BBM, LPG juga saya pikir semuanya alhamdulillah bisa tertangani dengan baik,”
ujar Bahlil dalam keterangan tertulisnya di hari berikutnya, Jumat (19/12).
Memang, upaya pemulihan berjalan cukup cepat. Data dari Tim Siaga Bencana ESDM per Kamis siang menunjukkan, dari total 274.564 pelanggan listrik yang terdampak, tinggal 145 pelanggan saja yang masih gelap. Itu pun terkonsentrasi di satu lokasi, Jorong Lambeh. Upaya perbaikan infrastruktur, seperti tower emergency Brandan Langsa yang rampung Rabu sore, membuat harapan untuk normalisasi total semakin nyata.
Di sisi lain, situasi pasokan BBM dan LPG juga menunjukkan tren positif. Seluruh 147 SPBU di wilayah bencana sudah beroperasi kembali. Begitu pula dengan 172 agen penyalur LPG dan 14 SPBE. Artinya, akses masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan harian itu sudah terbuka.
Namun begitu, bukan berarti semua masalah selesai. Kendala nyata masih menghadang di jalur distribusi. Pengiriman dari Integrated Terminal Teluk Kabung ke sejumlah daerah seperti Kajai Pasaman Timur dan Surian Solok Selatan, misalnya, masih terputus. Rute menuju Lembah Anai, Palupuh Pasaman Timur, dan Malalak juga mengalami hambatan serupa. Ini jadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi.
Sembari menunggu rehabilitasi dan rekonstruksi permanen, pemerintah tak tinggal diam. Rencana pembangunan 100 unit hunian sementara (huntara) di sekitar lokasi kunjungan presiden sedang disiapkan. Langkah ini diharapkan bisa memberi sedikit kenyamanan bagi para pengungsi, setidaknya untuk sementara waktu.
Jadi, meski lampu di beberapa rumah masih gelap dan truk-truk pengangkut bahan bakar harus mencari jalan memutar, geliat pemulihan di Sumatera Barat terasa semakin kuat. Tantangan distribusi masih ada, tapi pasokan utamanya sudah mulai mengalir lagi.
Artikel Terkait
TBS Energi Utama Terbitkan Obligasi Rp175 Miliar dengan Bunga 9 Persen
Wall Street Menguat Didorong Harapan Damai AS-Iran dan Optimisme Sektor AI
Indosat Bagikan Dividen Rp3,58 Triliun di Tengah Ekspansi Strategi AI
Cimory Ekspor Perdana Yogurt ke Vietnam Senilai Rp1,13 Miliar