Ade Armando Anggap Isu Akun Fufufafa Bukan Alasan Makzul Gibran

- Minggu, 11 Januari 2026 | 18:20 WIB
Ade Armando Anggap Isu Akun Fufufafa Bukan Alasan Makzul Gibran

Ade Armando, politisi PSI, punya pendapat soal kabar yang lagi ramai. Ia menyangsikan kalau akun Kaskus bernama Fufufafa yang dituduh menyerang Prabowo Subianto benar-benar milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Menurut saya, hampir pasti itu bukan akun Gibran," ucap Armando dengan tegas.

Tapi, katanya lagi, anggap saja itu benar. Menurut dia, hal itu sebenarnya bukan masalah besar. Soalnya, postingan-postingan kontroversial itu muncul sekitar sepuluh tahun silam, tepatnya di masa panasnya Pilpres 2014. Lagipula, tindakan itu bukan termasuk kejahatan.

"Tapi, ya, untuk bersikap adil, saya paham kenapa ada yang menuduh. Cuma, balik lagi ke pertanyaan mendasar: kalau pun itu akun Gibran, pantaskah dia dimakzul dengan alasan perbuatan tercela?" tanya Armando.

Ia melanjutkan, "Masalahnya, itu kan kejadian lama, tahun 2014. Bisa dibayangkan, memakzulkan seseorang karena tulisan di masa lalu?"

Pernyataan itu disampaikannya dalam channel YouTube COKRO TV, 12 Juni 2025.

"Iya, kalau itu memang tulisannya, ya kurang ajar sih. Tapi sekali lagi, itu bukan tindak pidana. Dalam konteks pertarungan politik Jokowi versus Prabowo waktu itu, yang memang luar biasa sengit, hal-hal seperti itu sangat mungkin terjadi," imbuhnya.

Isu ini mencuat setelah beredar screenshot dari akun Fufufafa. Akun itu diduga kerap memposting hinaan terhadap Presiden terpilih Prabowo, juga keluarganya. Mulai dari anaknya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Prabowo, hingga mantan istri, Titiek Soeharto.

Salah satu cuitannya yang viral dan diunggah ulang oleh akun X @ARSIPAJA berbunyi kasar: "Istri cerai, Anak homo, Trus mau lebaran sama siapa?"

Nah, soal itu, Armando sepertinya lebih memilih melihatnya sebagai bagian dari dinamika politik masa lalu yang sudah seharusnya diberi konteks. Baginya, meski kata-katanya pedas, itu adalah cerminan suasana saat itu, bukan dasar untuk menjatuhkan seseorang di masa sekarang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar