Di sisi lain, kerugian pertanian juga tak main-main. Puluhan hektare sawah di sepanjang Sungai Gelis dilaporkan hanyut. Meski begitu, data rincinya masih terus didata oleh tim di lapangan.
Upaya darurat sebenarnya sudah dilakukan sejak hari pertama. Namun begitu, hasilnya belum maksimal. Cuaca buruk yang tak menentu menjadi kendala utama, ditambah ancaman longsor susulan yang selalu mengintai.
"Pembersihan material longsor di titik pertama dilakukan malam tadi, tapi belum selesai karena kondisi cuaca," ujar Arwin.
"Yang paling sulit adalah cuaca ekstrem ini. Bisa picu longsor lagi. Ditambah banyaknya batu-batu besar yang masih terus berjatuhan," tambahnya, menggambarkan kondisi yang serba sulit.
Untuk menangani material besar itu, BPBD Jepara membutuhkan bantuan alat berat tambahan, khususnya excavator tipe PC-75. Logistik untuk ribuan warga yang terdampak juga menjadi kebutuhan mendesak.
Masyarakat yang ingin membantu atau mengonfirmasi informasi lebih lanjut bisa menghubungi Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) BPBD Kabupaten Jepara di nomor 08112766451.
Artikel Terkait
Wamenko Polkawil Tinjau Progres 106 Unit Huntap untuk Korban Banjir Aceh Utara
Tiga Eks Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara atas Korupsi Minyak
Jadwal Imsak dan Salat untuk Warga Medan Besok, 27 Februari 2026
Fiorentina Lolos Dramatis Usai Dihajar Hattrick Mazurek di Liga Konferensi Eropa