Di sisi lain, materi diklat tentu tak cuma soal bahasa. Pelatihan mendalam tentang tugas pokok dan fungsi masing-masing petugas juga diberikan. Sebab, seperti ditegaskan Gus Irfan, menjadi petugas haji bukanlah pekerjaan biasa.
"Bapak sekalian petugas haji bukan pekerjaan biasa, ini adalah amanah negara, amanah umat, dan amanah keagamaan, yang bertemu dalam satu titik tanggung jawab," katanya.
Ia melanjutkan, "di dalamnya terdapat dimensi ibadah, layanan publik, dan dimensi tata Kelola internasional."
Atas dasar kompleksitas itulah, niat baik saja tidaklah cukup. Seorang petugas harus dibekali kompetensi, integritas, dan persiapan mental yang benar-benar matang.
"Anda semua disiapkan secara fisik disiapkan disiplinnya disiapkan pengetahuan tentang ibadah haji disiapkan pengetahuannya tentang situasi di Saudi disiapkan peraturan-peraturan terkait dengan haji," pungkas Menteri Irfan.
Harapannya jelas: seluruh peserta diklat nantinya benar-benar siap, sigap, dan mampu melayani jemaah dengan hati serta kemampuan terbaik mereka di Arab Saudi.
Artikel Terkait
Gubernur Kaltim Jelaskan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Ditempatkan di Jakarta
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Semarang Hari Ini, 27 Februari 2026
Kreator Konten di Gowa Didenda Rp1 Miliar karena Siarkan Ilegal BYON Combat
Mahasiswi UIN Suska Riau Diserang Senjata Tajam di Ruang Sidang Kampus