Minggu lalu, di Sekolah Rakyat Terpadu Banjarbaru, Menteri Sosial Gus Ipul berbincang dengan para wartawan. Ia membeberkan perkembangan terbaru para siswa, sebuah laporan yang nantinya akan disampaikan langsung ke Presiden Prabowo Subianto jelang peresmian program ini.
Yang menarik perhatian Gus Ipul adalah kondisi fisik anak-anak. "Saya juga perlu sampaikan dari sisi kesehatan siswa," ujarnya.
"Karena siswa di sini pendidikannya 24 jam, kemudian makanannya cukup bergizi, pertumbuhannya menjadi sangat baik untuk fisiknya. Jadi kesehatan-kesehatannya meningkat, anemia menurun."
Ia bahkan punya bukti konkret yang sederhana. Rupanya, seragam sekolah sebagian siswa sudah mulai kekecilan. "Ini menunjukkan ada perkembangan yang sangat baik dari sisi kesehatan," jelas Gus Ipul. Sistem asrama dengan gizi terkontrol memang membuahkan hasil yang kasat mata.
Namun begitu, prestasi program ini tak cuma soal badan yang sehat. Di sisi akademis, ceritanya punya nuansa yang berbeda. Perlu diingat, Sekolah Rakyat ini tidak memakai tes akademik sebagai syarat masuk. Artinya, banyak siswa yang datang dengan ketertinggalan pelajaran yang cukup jauh.
Tapi lihatlah sekarang. Dengan metode pembelajaran khusus, mereka mampu mengejar ketertinggalan itu dengan tempo yang mencengangkan.
Artikel Terkait
Kemendagri Dorong Analis Kebijakan Papua Jadi Think Tank Berbasis Data
Imsak di Banjarmasin Pukul 05.04 WITA, Subuh 05.14 WITA
Jadwal Imsak dan Salat Hari Ini di Medan: Imsak Pukul 05:12 WIB
Atap Perpustakaan SD di Bondowoso Ambruk, Seluruh Koleksi Hancur