Ia menegaskan, penampilan ini bukan sekadar pertunjukan. Tapi lebih dari itu, sebuah gambaran nyata tentang kondisi Sekolah Rakyat sebagai program pendidikan alternatif bagi mereka yang kurang mampu. “Kehadiran Presiden tentu akan disambut dengan tampilan-tampilan yang menggambarkan keadaan sesungguhnya,” lanjutnya.
Di sisi lain, Gus Ipul mengingatkan kembali bahwa Sekolah Rakyat ini adalah gagasan Presiden Prabowo. Intinya sederhana namun mendasar: memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan. Sasaran utamanya adalah keluarga yang masuk dalam desil 1 dan 2, atau kelompok paling rentan secara ekonomi.
Untuk saat ini, program tersebut sudah berjalan di 166 titik di berbagai daerah. Pelaksanaannya bertahap, dimulai sejak pertengahan tahun lalu.
Nah, tinggal tunggu hari H-nya. Semua mata kini tertuju ke Banjarbaru, menunggu momen peresmian yang dinanti-nanti itu.
Artikel Terkait
Puan Maharani Desak Percepatan Kesejahteraan Guru Honorer yang Puluhan Tahun Mengabdi
Islah Bahrawi Soroti Anomali Visi Prabowo dalam Buku Paradoks Indonesia
Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Kubu Raya, Tak Ada Laporan Kerusakan
DPR Klaim Pasal Penghinaan di KUHP Bukan untuk Membungkam Kritik