“Jangan duga kalau Anda mengikuti satu pemimpin yang Anda tahu dia berbohong, Anda bebas dari tanggung jawab.”
Logikanya sederhana, tapi dampaknya dalam. Dengan mendukung, secara tidak langsung kita memberi kekuatan pada pemimpin itu untuk terus bertahan. Kekuatan itu kan datang dari kita, rakyat atau pengikutnya. Nah, kalau kita tetap diam atau malah membela, berarti kita ikut serta mengukuhkan semua kebohongan dan penyimpangan yang dilakukannya.
“Karena mengukuhkan seorang pemimpin yang Anda anggap salah, memberikan dia kekuatan untuk tetap memimpin, dan kekuatan itu bersumber dari Anda yang mendukungnya, sehingga kebohongannya, kedurhakaannya, Anda ikut mengukuhkan kedurhakaan dan kebohongannya.”
Poinnya jelas: dalam kepemimpinan, tanggung jawab itu tidak satu arah. Ada hubungan timbal balik antara pemimpin dan yang dipimpin. Kalau kita abai, ya kita ikut bersalah.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Semarang Hari Ini, 27 Februari 2026
Kreator Konten di Gowa Didenda Rp1 Miliar karena Siarkan Ilegal BYON Combat
Mahasiswi UIN Suska Riau Diserang Senjata Tajam di Ruang Sidang Kampus
KPK Perdalam Penyidikan Dugaan Pungli Sertifikat K3 di Kemnaker