“Jangan duga kalau Anda mengikuti satu pemimpin yang Anda tahu dia berbohong, Anda bebas dari tanggung jawab.”
Logikanya sederhana, tapi dampaknya dalam. Dengan mendukung, secara tidak langsung kita memberi kekuatan pada pemimpin itu untuk terus bertahan. Kekuatan itu kan datang dari kita, rakyat atau pengikutnya. Nah, kalau kita tetap diam atau malah membela, berarti kita ikut serta mengukuhkan semua kebohongan dan penyimpangan yang dilakukannya.
“Karena mengukuhkan seorang pemimpin yang Anda anggap salah, memberikan dia kekuatan untuk tetap memimpin, dan kekuatan itu bersumber dari Anda yang mendukungnya, sehingga kebohongannya, kedurhakaannya, Anda ikut mengukuhkan kedurhakaan dan kebohongannya.”
Poinnya jelas: dalam kepemimpinan, tanggung jawab itu tidak satu arah. Ada hubungan timbal balik antara pemimpin dan yang dipimpin. Kalau kita abai, ya kita ikut bersalah.
Artikel Terkait
Trump Beri Ultimatum ke Kuba: Buat Kesepakatan, atau Hadapi Konsekuensi
Iran: Ratusan Ambulans Hancur, Kerugian Capai Jutaan Dolar
Jalur Peureulak-Lokop Kembali Dibuka, Akses Darurat Pulih Setelah Banjir Bandang
TNI-Polri Siapkan Petugas Haji 2026 dengan Gemblengan Semi-Militer