Iran Pukul Mundur Aksi Provokasi, Intel Turki Bantu Gagalkan Infiltrasi Milisi

- Minggu, 11 Januari 2026 | 06:20 WIB
Iran Pukul Mundur Aksi Provokasi, Intel Turki Bantu Gagalkan Infiltrasi Milisi

Suasana di Iran hari ini terasa lebih tenang. Gelombang penangkapan besar-besaran yang dilakukan aparat keamanan tampaknya berhasil meredam kerusuhan yang sempat memanas beberapa hari lalu. Meski begitu, situasi ini belum bisa dibilang benar-benar berakhir. Kekhawatiran masih ada.

Menurut keterangan resmi, lebih dari dua ratus orang yang diduga sebagai otak kerusuhan kini sudah diamankan. Langkah ini menjadi penegasan bahwa pemerintah tak main-main.

Di sisi lain, dukungan terbuka dari Presiden AS dan Perdana Menteri Israel kepada para perusuh justru membuat Tehran semakin geram. Pemerintah Iran pun semakin agresif membidik siapa saja yang dicurigai berkolaborasi dengan agen asing, sebut saja Mossad atau CIA.

Yang menarik, sebagian besar dari mereka yang ditangkap ternyata berkewarganegaraan Afghanistan dan India. Motifnya diduga klasik: uang. Mereka disebut-sebut dibayar oleh jaringan Mossad dan afiliasinya untuk memicu kekacauan.

Nah, dalam perkembangan terpisah, Turki disebut-sebut turut membantu. Ankara dikabarkan membagikan informasi intelijen penting kepada Tehran mengenai upaya infiltrasi milisi bersenjata yang didukung AS. Kelompok ini berusaha menyusup ke Iran melalui perbatasan Irak.

Intel dari Turki itu menyebut, para milisi itu bergerak mendekati perbatasan dan berencana menciptakan kerusuhan yang lebih besar di tengah kerumunan demonstran. Begitu informasi itu diterima, Pasukan Garda Revolusi (IRGC) langsung bergerak. Mereka mengepung dan menetralisir ancaman tersebut.

Kerja sama intelijen seperti ini rupanya bukan hal baru. Iran dan Turki sudah cukup rutin berbagi informasi, terutama yang menyangkut stabilitas kawasan.

Sementara itu, di dalam negeri, gelombang dukungan untuk pemerintah justru menguat. Ratusan ribu orang membanjiri jalan-jalan di berbagai kota, mengibarkan bendera Iran dan menyuarakan solidaritas. Aksi mereka menjadi penanda bahwa narasi di lapangan tidaklah tunggal.


Halaman:

Komentar